Kami Minta Maaf Soal Makanan Basi

Ketua Harian PB Peparnas XVI Papua Doren Wakerkwa (tengah) ketika memberikan keterangan pers, Selasa (9/11) (Elfira/Cepos)

JAYAPURA  Isu adanya makanan basi yang dikonsumsi atlet di Peparnas menjadi perhatian serius Panitia Besar (PB) Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua. Ketua Harian PB Peparnas  XVI Papua Doren Wakerkwa langsung memberikan klarifikasinya agar persoalan makanan basi tidak membias.

Agar persoalan makanan basi kepada atlet tidak berulang, Doren mengaku sudah memperbaiki hal itu melalui rapat yang dilakukan pada Senin (8/11) malam dengan pihak terkait termasuk melibatkan pihak hotel tempat dimana para atlet menginap.

“Dalam rapat yang sudah dilakukan, kami putuskan semua hotel tempat dimana atlet berada makanan para atlet merupakan tanggung jawab pihak hotel. Makanan mereka disiapkan pihak hotel mulai dari makan pagi, makan siang dan makan malam dan ini berlaku sejak Selasa (9/11) malam,” kata Doren saat press conference  dengan wartawan di Jayapura, Selasa (9/11).

Sementara tugas dapur umum tetap menyiapkan makanan untuk dibawa ke venue venue yang menjadi lokasi pertandingan.

“Dengan keputusan ini, mulai Selasa (9/11) malam. Semua atlet yang menginap di hotel makanannya menjadi urusan pihak  hotel hingga penutupan Peparnas,” tegas Doren.

Dengan demikian, Doren berharap pelayanan beberapa hari kedepan tidak terkesan ada masalah yang muncul di papua terutama soal makanan basi.

“Pengadaan makanan yang terjadi di Papua sama sekali tidak melecehkan disabilitas, sebagaimana Gubernur sudah sampaikan disabilitas sama dengan yang lainnya dalam hal pelayanan. Papua begitu menghargai teman teman disabilitas yang hadir di Papua,” kata Doren.

Doren juga membahas soal keamanan di Papua stabilitas situasi kondisi bagus, sejauh ini tak ada kendala. “Kami yakin Peparnas akan sukses sama suksesnya dengan perhelatan PON. Kami minta maaf soal makanan basi,” ucap Doren.

Penutupan Peparnas lanjut Doren direncanakan akan ditutup langsung oleh Presiden pada 13 November mendatang, sehingga itu diharapkan dukungan semua pihak. Apalagi, hingga saat ini Papua dalam posisi peringkat pertama dengan perolehan 47 medali.

Perihal Covid-19, Doren mengaku sejauh ini belum ada temuan kasus Covid-19 selama penyelenggaraan Peparnas yang dilaksanakan di Jayapura.

“Sejauh ini belum ditemukan terkait dengan ada yang terpapar Covid, belum ada laporan saya harap tidak ada,” pungkasnya. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *