Dorong  Sektor Swasta untuk Pertumbuhan Ekonomi

Parson Horota (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sejak pandemi Covid-19 mulai merebak pada Maret 2019 hingga saat ini, Kabupaten Jayapura menjadi salah satu daerah yang terdampak secara ekonomi.  Tercatat, pertumbuhan ekonomi merosot jauh hingga minus 4% dari sebelumnya mencapai 76% di tahun 2020.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura,  Parson Horota mengatakan, ada beberapa hal yang turut berkontribusi terhadap menurunnya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jayapura selama pandemi Covid-19. Namun yang paling berpengaruh adalah adanya pembatasan waktu aktivitas masyarakat yang diberlakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 itu.

“Di awal masa pandemi Covid-19 ini, kita kan jaraknya sangat jauh dari Jakarta.  Mobilisasi barang-barang kebutuhan pokok itu ada sedikit sulit karena transportasi dibatasi, ini juga menjadi salah satu kendala lain yang menyumbang merosotnya pertumbuhan ekonomi kita di Kabupaten Jayapura dan Papua pada umumnya,” ungkap Parson Horota, Senin (8/11).

Dia mengatakan, pada saat pemerintah memberlakukan pembatasan waktu aktivitas bagi masyarakat, banyak sekali warga yang terkena dampak, terlebih khusus mereka yang beraktivitas sebagai pedagang kaki lima.  Sebagai contoh di awal pandemi ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura bahkan pernah menerapkan pembatasan waktu dari jam 6 pagi sampai jam 2 siang. Tentunya akibat dari pembatasan itu sangat berdampak terhadap masyarakat yang notabene mempunyai rutinitas atau mata pencaharian sebagai pedagang.

“Yang paling terdampak itu mereka yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima.  Ketika adanya pemberlakuan PPKM ini, sebagian besar waktu aktivitas itu terpaksa dilalui tanpa kegiatan ekonomi,” ungkapnya.

Karena itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kembali pada level normal,  pihaknya kembali mendorong sektor swasta.  Karena untuk menumbuhkan ekonomi ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

” Pemerintah mendorong pihak swasta untuk bagaimana bisa terlibat ke dalam.  Kita berikan ruang kesempatan dan mempermudah segala proses yang berhubungan dengan perizinan dari usaha sehingga bisa mendorong mereka bisa naik kembali,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *