Dianiaya, Tangan Seorang Mahasiswa Patah   

Korban Yulius T., saat memberikan keterangan kepada penyidik, setelah membuat laporan di SPKT Polres Merauke, Selasa (9/11) (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Merauke bernama Yulius T., mendatangi SPKT Polres Merauke untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya  pada Sabtu (6/11) malam.

   Kepada penyidik Reserse Kriminal Polres Merauke setelah  membuat laporan Polisi,  korban mengaku bahwa kasus penganiayaan yang dialami ini berawal saat dirinya di tempat orang yang sedang bermain dadu di Pasar Baru Mopah, sekitar tempat penjualan pakaian, Jalan Pemuda.

   Korban mengaku saat itu sedang dipengaruhi minuman keras. Kemudian sambil  cerita dan merangkul dengan seorang laki-laki tua di tempat  tersebut,  lalu datang seorang  adik perempuan kemudian sandar di tangan korban. “Adik perempuan itu kemudian sandar di tangan saya,” katanya memberi beralasan.

   Namun kata korban, dirinya tidak fokus ke perempuan tersebut  tapi dengan laki-laki-laki tua itu. Beberapa saat kemudian, kata  korban, seorang lelaki datang dan langsung berkata untuk memotong korban. “Saya mau jelaskan, tapi karena sudah banyak yang datang sehingga saya langsung melarikan diri,” katanya.

   Dari sejumlah orang yang mengejarnya itu, kata korban,  ia melihat 2 orang membawa parang. ‘’Satu orang yang ayunkan parang dan kena tangan saya,’’ kata korban yang mengaku  saat kejadian, tidak ada saksi  yang melihatnya.

  Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum  melalui Kasat Reskrim  AKP Agus F. Pombos, SIK, menjelaskan bahwa terkait dengan  laporan  tersebut  pihaknya masih melakukan penyelidikan. ‘’Kita masih melakukan  penyelidikan. Masih cari siapa saksi-saksi yang ada di TKP saat  kejadian. Apalagi, korban saat itu dalam posisi  dipengaruhi minuman keras,’’ tandasnya.(ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *