Di Boven Digoel, Siswi SMP Diperkosa di Sekolah

Polres Boven Digoel saat melakukan penangkapan terhadap (Humas Polres Boven Digoel for Cepos)

MERAUKE-Seorang siswi di salah satu SMP di Boven Digoel dilaporkan menjadi korban pemerkosaan  seorang pemuda. Ironisnya, kejadian  tersebut terjadi di lingkungan sekolah tempat korban belajar, Sabtu (6/11) pekan kemarin. Pelaku persetubuhan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur ini,  akhirnya berhasil ditangkap oleh jajaran Polres  Boven Digoel, Selasa (9/11) kemarin.

   Kapolres  Boven Digoel, AKBP Syamsurijal, S.I.K, melalui Kasat Reskrim Ipda Teguh Prasetio membenarkan adanya penangkapan pelaku persetubuhan dan kekerasan terhadap anak di salah satu SMP di Tanah Merah, Boven Digoel,  Selasa (9/11).

   Kasat Reskrim Ipda Teguh Prasetyo, S.Tr.k menjelaskan kronologis kejadian pada hari Sabtu  tanggal (6/11) berawal ibu korban pada pukul 06.55 WIT, mengantar anaknya yang baru berumur 13 tahun ke sekolah. Setelah mengantar sampai di sekolah, ibu korban  langsung pulang ke rumah.

  Setelah pulang ke rumah sekitar pukul 09.00 WIT, orang tua korban didatangi guru dari sekolah anaknya dan memberitahukan bahwa anaknya berada di RSUD Boven Digoel kemudian  menuju langsung  ke RSUD dan melihat anaknya sedang diperiksa dokte. Setelah itu, ibu korban diberi penjelasan apa yang terjadi oleh anggota Polisi selanjutnya diarahkan Ke Polres Boven Digoel guna membuat laporan.

   “Kami terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti. Setelah 3 hari akhirnya pelaku berhasil ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B / 218 / XI / 2021 / SPKT / POLDA PAPUA, tanggal 06 November 2021, ” katanya.

  Satuan Reserse Kriminal Polres Boven Digoel yang dipimpin langsung Kasat Reskrim pada Selasa (9/11) pukul 09.00 wit,  bertempat di Jl. Angkasa Kampung persatuan, Distrik Mandobo, melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial  ND (19).

  Kasat menambahkan, barang bukti korban yang diamankan berupa 1 buah baju lengan panjang warna hitam, 1 buah baju kaos olahraga warna kuning  merah, 1  buah celana olahraga berwarna hitam kuning, 1 buah kain berwarna hitam, 1  pasang sepatu merek DAN’S berwarna hitam putih.

  “Tersangka dijerat Pasal  81 ayat (1) Jo Pasal 76D Undanga-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang – undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang  perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, ” jelasnya.

  Kasat Reskrim meminta kepada semua pihak dapat bersabar mempercayakan kepada pihak kepolisian bahwa kasus sudah ditangani dan pelaku ND akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Motif pelaku dalam kondisi dipengaruhi minuman keras atau kondisi mabuk dan saat jalan masuk ke SMP dan bertemu korban dan pelaku langsung memaksa menyetubuhinya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *