Menkes Sebut Vaksin Dosis Ketiga untuk Anggota DPR Tidak Gratis

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadiking mengatakan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster tidak akan gratis bagi para anggota DPR RI atau orang yang mampu. (dok. ANTARA/Devi Nindy)

MENTERI  Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadiking mengatakan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster tidak akan gratis bagi para anggota DPR RI atau orang yang mampu. Pasalnya, vaksin booster gratis hanya diberikan kepada masyarakat yang sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Mohon maaf bapak ibu anggota DPR yang memang penghasilannya cukup nanti kita minta bayar sendiri, dan itu nanti akan dibuka boleh pilih mau yang mana,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (8/11).

Budi menjelaskan, vaksinasi dosis ketiga dilakukan jika 50 persen penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap. Sehingga dia meyakini pada yakin pada Desember 2021 mendatang sebanyak 59 persen masyarakat Indonesia telah divansin lengkap.

“Jadi ini adalah saat yang lebih proper, lebih pas untuk kita bisa memberikan vaksin booster ke depannya,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menuturkan saat ini vaksin dosis ketiga diprioritaskan kepada kelompok lanjut usia. Hal ini karena mereka rentan tertular Covid-19 dibandingkan dengan usia lainnya.

“Jadi memang prioritasnya adalah lansia dulu, karena lansia itu tetap berisiko tinggi,” ungkapnya.

Budi membeberkan, pilihan vaksin Covid-19 yang akan tersedia untuk masyarakat Indonesia di antaranya adalah Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.

“Kita juga booster sekarang sedang melakukan uji klinis dengan teman-teman perguruan tinggi, jadi diharapkan akhir Desember ini bisa selesai,” pungkasnya.(jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *