Dapiel Payage Pecahkan Rekor Lompat Tinggi Peparnas Papua

Dapiel Payage saat melakukan lompatan di nomor lompat tinggi kelas T42. (PBPeparnas For Cepos)

SENTANI– Dapiel Payage Atlet Paralimpik Papua pecahkan rekor atas namanya sendiri pada Cabang Olahraga Atletik nomor Lompat Tinggi kelas T42 Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

“Saya senang bisa pecahkan rekor hari ini,” ujar Dapiel saat ditemui di Stadion Lukas Enembe usai bertanding.

Ia mengatakan, rekor lompatan pada Peparnas XV Jawa Barat lalu yang ditorehkan mencapai 1.65 meter dan di Stadion Lukas Enembe saat ini mencapai 1.70 meter.

Dikatakannya, semua usaha yang dicapai ini berkat latihan rutin selama satu setengah tahun di bawah asuhan para pelatih yang terbaik. Selain itu juga dukungan keluarga, teman-teman sesama atlet yang berjuang di Peparnas XVI Papua.

Menurutnya, sempat ada rasa was-was pada awal lompatan pertama. Setelah lompatan ketiga, seperti ada semangat untuk mencapai lompatan tertinggi.

“Untuk target dua meter memang sangat sulit, tetapi lompatan 1,70 meter sudah tidak ada yang lampaui lagi, dan itu capaian saya yang luar biasa,” ujarnya.

“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang selalu memberikan dukungan dan support kepada saya dan juga teman-teman yang sedang berjuang di ajang Peparnas saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Yunice Pekey salah satu pelatih cabang atletik mengaku sangat bangga dengan hasil yang didapatkan oleh anak didiknya ini.

Menurutnya, semangat juang dan kerja keras serta kemauan yang kuat sudah ditunjukan sejak persiapan dan latihan yang dilakukan sebelum memasuki Pra Peparnas dan Peparnas.

Hal ini menjadikan kami sebagai tim pelatih juga berkeyakinan dengan hasil yang akan diraih. Pada nomor lari, ada juga beberapa atlet kita yang meraih emas. Ia berharap sukses di awal ini dapat diikuti pada nomor-nomor yang lainnya.

“Terima kasih, Dapiel sudah berbuat yang terbaik. Pecahkan rekor atas namanya sendiri dan ini juga merupakan rekor lompat tinggi Asia Paralimpik,” pungkasnya.(PBPeparnas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *