Wasit Match Fixing, Langsung Pecat

Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh (dua dari kiri). (Jawa Pos)

JawaPos.com-Kinerja wasit tengah jadi sorotan. Komite Wasit PSSI langsung bergerak. Mereka resmi memberikan hukuman kepada para wasit bermasalah di Liga 1 dan Liga 2.

”Sudah ada sembilan wasit yang kami sanksi. Mereka terbukti salah dalam memimpin laga,” kata Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh saat ditemui Jawa Pos kemarin.

Di antaranya, ada Musthofa Umarella. Dia tidak mengesahkan gol striker Persebaya Surabaya Jose Wilkson dalam laga kontra Persela Lamongan (21/10). Lalu ada Bachrul Ulum. Wasit asal Surabaya itu yang memimpin laga Barito Putera kontra PSIS Semarang (20/10).

Bachrul Ulum hanya memberikan tendangan bebas kepada Barito Putera. Padahal, bek mereka Bagas Kaffa jelas-jelas dilanggar di dalam kotak penalti. ”Ini kan jelas ketidakmampuan wasit dalam melihat kejadian di lapangan,” ucap Riyadh.

Bentuk sanksi yang diberikan adalah wasit langsung diistirahatkan. ”Ada yang dua bulan tidak memimpin pertandingan. Hukuman ini sifatnya membina. Kalau sanksi sudah selesai, kami masih akan lakukan evaluasi lagi,” jelas pria yang juga ketua umum Asprov PSSI Jatim itu.

Jika kembali dipercaya memimpin pertandingan dan masih membuat kesalahan, hukuman jelas akan lebih berat. ”Nantinya akan ada mekanisme downgrade. Wasit Liga 1 yang melakukan kesalahan berat akan diturunkan memimpin laga Liga 2 atau Liga 3,” terang Riyadh.

Apakah tidak langsung dipecat? ”Kalau dipecat tidak ya. Tapi, kalau ada wasit yang terbukti match fixing atau ada unsur pidana, pasti langsung kami pecat. Tidak ada ampun,” tegasnya.

Riyadh memastikan, bakal ada pembaruan di tubuh wasit. ”Di pertengahan musim nanti akan ada refreshing wasit. Kami akan lakukan itu nanti,” ungkap dia.

Artinya, proses refreshing wasit tersebut akan dilakukan setelah seri ketiga tuntas. Dia berharap hal itu bisa membuat wasit mendapat banyak pelajaran.

Apalagi, komite wasit akan kembali melakukan tes kepada para wasit yang saat ini ada.

”Akan ada pengetatan soal wasit. Termasuk tes-tes untuk wasit harus kami ketatkan. Psikologis wasit juga harus ditata lagi,” tuturnya.

Menurut Riyadh, hal itu wajib dilakukan. Tujuannya jelas, agar wasit bisa lebih fokus dalam memimpin laga. Sehingga bisa meminimalkan keteledoran di lapangan.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *