UNA’IM Wamena Kuliah Tatap Muka dengan Prokes Ketat

Rektor UNA'IM Wamena Dr.H Rudihartono saat memindahkan kuncir kepada perwakilan wisudawan/wati, beberapa waktu lalu. (Denny/Cepos)

WAMENA -Universitas Amal Ilmiah (UNA’IM) Wamena  saat ini  sudah melakukan pembelajaran tatap muka, namun tetap ketat dengan Protokol Kesehatanp pencegahan Covi-19, walau angka pasien di kabupaten ini terus berkurang

    Rektor UNA’IM Wamena Dr.H Rudihartono mengatakan sistem pembelajaran yang dilakukan sesuai regulasi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristekdikti untuk melakukan sistem perkuliahan di kampus tersebut.

   “Pembelajaran yang kita lakukan memang dari dahulu tatap muka dan kita hanya membatasi, jadi biasanya mahasiswa 40 atau 45 itu kita bagi dua dalam kelas,” ungkapnya Sabtu (6/11) kemarin

   Ia menyatakan Selama pandemi pihak UNA’IM menerapkan dua sistem pembelajaran yaitu luring dan dalam jaringan. Sistem pembelajaran dalam jaringan yang diterapkan di sini memang tidak berjalan mulus sebab sebagian mahasiswa tidak memiliki perangkat pendukung pembelajaran itu.

  “Belum banyak mahasiswa memiliki android, kemudian jaringan internet kita (di luar lingkungan kampus) itu tidak memberikan suport yang lebih untuk belajar online seperti menggunakan zoom,” katanya.

  Menurut Rektor Unaim Saat ini situasi pandemi Covid-19 di Jayawijaya terus mengalami penurunan jumlah kasus namun pihak kampus mewajibkan mahasiswa ikut mencegah virus itu sehingga tidak mengganggu sistem perkuliahan yang berlangsung selama ini.

  “Kelihatannya pandemi ini sudah mulai mereda, namun kita tidak bisa gegabah dengan hal tersebut, sehingga kami tetap mengacu kepada aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristekdikti,” katanya.

  Rudihartono, menambahkan, UNA’IM Wamena juga menerapkan program kampus merdeka dan merdeka belajar. Program merdeka belajar yang dilakukan melibatkan mahasiswa UNA’IM dengan dosen yang berada di luar Papua seperti Surabaya, Bandung dan Jawa.

  “Sementara untuk kampus merdeka kita belum sepenuhnya menjalankan itu, karena ada beberapa faktor yang bisa dilaksanakan kampus merdeka. Seperti selama tiga semester berturut-turut itu mahasiwa boleh belajar di dunia usaha, industri atau pemerintahan namun di Jayawijaya masih sangat minim untuk dunia usaha atau industri,” katanya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *