Terperangkap di Kamar, Pelajar Tewas Terbakar

Puing – puing sisa kebakaran di Asrama PGSD Uncen yang berada tak jauh dari kawasan perumahan Organda Padang Bulan, Minggu (6/11) kemarin. Dari kebakaran ini seorang pelajar bernama Febrianto ditemukan tewas. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Nasib naas dialami seorang pelajar bernama Febriano Wafle. Ia ditemukan tewas di dalam kamarnya saat terjadi kebakaran  di Asrama PGSD Uncen, Padang Bulan, Minggu (6/11).

Pemuda berusia 16 tahun ini tertidur di kamarnya disaat terjadi kebakaran. Meski sudah diteriaki dan digedor namun tak ada respon apa – apa dan akhirnya ikut terbakar.

Bangunan berlantai II yang berada di kawasan Perum Organda itu akhirnya ludes dan menyisakan puing – puing, sementara penghuni lainnya berhasil  menyelamatkan diri.

Kejadian ini secara tidak langsung menambah panjang daftar fenomena jelang akhir tahun dan perlu menjadi perhatian para pihak dan juga masyarakat.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, dua hal yang paling sering terjadi di Kota Jayapura jelang akhir tahun adalah pertama kecelakaan yang berbuntut kematian dan kedua, kebakaran.

Tercatat dari Januari hingga November ini ada 16 kasus kebakaran yang terjadi di kawasan Abepura dan Heram. Jika sebelumnya kebakaran terjadi di Perumnas I Waena, kali ini terjadi di pinggiran kali Organda Padang Bulan. Dari keterangan saksi menyebutkan bahwa api mulai terlihat sekira pukul 09.00 WIT dari arah belakang  asrama.

Belum diketahui  secara pasti asal api. Namun ada yang menyebut dikarenakan ada anak – anak yang bermain korek kemudian mengakibatkan kasur terbakar dan api membesar. Api mudah menyebar karena di lokasi titik api terbuat dari tripleks.

Nenek korban bernama Rosita Marweri menjelaskan bahwa ia saat itu di dalam asrama  dan baru tahu jika api sudah membesar kemudian panik. Ia coba mengambil ember dan menyiramkan air ke bagian gedung asrama yang terbakar namun tidak berhasil.

Beberapa kali dicoba namun tetap saja gagal. Ia bahkan sempat terjatuh 2 kali saat berupaya memadamkan api.

Sekira 12 orang penghuni asrama di antaranya cucu dan keluarganya sudah berupaya melarikan diri namun korban masih tertidur di dalam kamar. “Saya coba teriak dan pukul – pukul pintunya bahkan memanggil adiknya (adik korban) untuk membantu mendobrak pintu tapi tidak bisa. Pintu dikunci dari dalam,” cerita Rosita usai kejadian.

Iapun berusaha untuk mengamankan cucu dan keluarga lainnya menjauh dari api dan kembali berteriak ke arah kamar korban akan tetapi korban tetap tak memberi respon.

Dikatakan, kebiasaan pemuda yang sekolah di SMAN 1 Jayapura ini adalah bermain game. Main bersama (Mabar) dengan teman – temannya secara online hingga larut bahkan sering sampai pagi hari. Setelah pagi barulah ia tidur.

“Ia selalu saya ingatkan untuk kurangi main Hp tapi tidak pernah di dengar. Kalau main Hp seperti lupa waktu, siang dia tidur dan malam ia main Hp,” beber  sang nenek.

Saat api masih berkobar ia juga berupaya masuk namun karena terlalu panas ia akhirnya berhenti. Tak lama 1 unit Damkar dari Distrik Heram tiba di lokasi dan pelan – pelan memadamkan api.

Jenazah Febriano sendiri akhirnya bisa dievakuasi dari dalam kamarnya setelah api mulai reda dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara.

Pantauan Cenderawasih Pos beberapa barang yang berhasil diselamatkan di antaranya hanya ijazah dan beberapa barang lainnya.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R. Urbinas mengakui tewasnya seorang pelajar Geisler Feriano Wasfle dalam musibah kebakaran di Organda Padang Bulan, Distrik Heram, Minggu (7/11) pagi.

“Jenazah korban Geisel Feriano Wasfle telah dievakuasi di RS Bhayangkara dan selanjutnya dibawa ke rumah duka yang terletak di Kampung Toware Doyo Lama, Kabupaten Jayapura,” ungkap Kapolresta Gustav Urbinas kepada Cenderawasih Pos, kemarin (7/11).

Akibat kebakaran itu kata Kapolresta, satu rumah dan sebagian asrama PGSD Organda Padang bulan terbakar, sedangkan untuk kerugian materil diperkirakan sebesar Rp 1 M.

Ia menerangkan, kebakaran bermula saat seorang bocah berumur 3 tahun bermain korek di dalam kamar. Saat itu orang tuanya sedang pergi ke gereja untuk melaksanakan ibadah Minggu dan menitipkan anaknya kepada saudaranya yang masih berumur 10 tahun.

Saat sang kakak ingin mengecek adiknya di dalam kamar, tiba-tiba melihat kasur sudah dalam keadaan terbakar. Saksi kemudian bergegas membawa keluar membawa adiknya untuk menyelamatkan diri sambil berteriak menyebutkan adiknya membakar kasur dalam kamar.

“Mendengar teriakan tersebut, saksi lainnya keluar kamar dan berusaha mengambil air untuk memadamkan api, namun api sudah membesar sehingga sulit untuk dipadamkan,” paparnya.

Lanjut Gustav, korban Geisler Feriano Wasfle yang saat itu masih tertidur di kamar sebelah tidak sempat menyelamatkan diri kemudian ikut terbakar hingga meninggal dunia. “Api yang cepat membesar merambat ke sebagian bangunan asrama PGSD ikut terbakar,” tambahnya.

Kasus kebakaran yang mengakibatkan satu korban jiwa di Organda Padang Bulan, sata ini dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Heram dan akan melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi Reskrim Polresta Jayapura. (ade/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *