Penampilan 500 Drone  Belum Sempurna, Akan Ditampilkan Kembali Saat Penutupan

Penampilan lighting show 500 kamera drone saat opening ceremony Peparnas XVI di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (5/11). (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Lighting show dari 500 kamera drone menjadi salah satu segmen yang paling dinantikan dalam opening ceremony Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang dilaksanakan di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (5/11).

Pasalnya, penampilan lighting show 500 kamera drone tersebut dianggap menjadi yang paling prestisius dari sekian segmen yang tersaji dalam upacara pembukaan.

Dalam atraksinya, kamera drone mengudara selama 10 menit di langit Kota Jayapura dengan melakukan beberapa konfigurasi seperti tulisan Peparnas XVI Papua 2021, Torang Bisa, Cahaya Kemenangan Dari Timur Papua.

Selain menampilkan konfigurasi berupa tulisan, 500 kamera drone tersebut juga membuat konfigurasi berupa peta Indonesia, peta Papua, logo Peparnas XVI, maskot Peparnas serta bola dunia dalam bentuk 3 dimensi.

Penampilan lighting show 500 kamera drone tersebut membuat Kota Jayapura kini dianggap sejajar dengan kota-kota elite dunia yang juga mampu menampilkan lighting show.

Namun tidak banyak yang tahu, sosok di balik pilot yang menerbangkan 500 drone tersebut. 500 kamera drone tersebut diterbangkan oleh 4 pilot profesional dari Finlandia, Jerman dan Uni Emirat Arab.

Stephen Sutton selaku team lead, Advinas Kuznecovas sebagai pilot in command, Alex Allgaier sebagai manipulating the controls, Michal Michalowski sebagai backup team lead.

CEO PT CEO Quantumconvex International, Toton Hutomi, selaku EO OCC Peparnas XVI mengatakan, bahwa penampilan lighting show tersebut dapat disejajarkan dengan OCC Olimpiade Tokyo 2021 yang baru saja digelar.

“Jayapura kini masuk dalam kota elite dalam perhelatan akbar mengenai lighting show. Karena penampilan seperti ini baru dilakukan di Asian Games 2018 di Jakarta, Olimpiade Tokyo, serta London,” ungkap Toton Hutomi kepada Cenderawasih Pos, Jumat (5/11).

Tapi Hutomi membeberkan, bahwa kamera drone yang digunakan saat opening Peparnas merupakan seri terbaru dan lebih terupdate daripada kamera yang digunakan saat pelaksanaan OCC Olimpiade Tokyo 2021 lalu.

Hutomi juga membeberkan, jika lighting show tersebut juga akan ditampilkan saat closing ceremony Peparnas yang dilaksanakan pada 13 November mendatang di Stadion Mandala Jayapura.

“Selain pembukaan, lighting show ini juga kita akan tampilkan saat penutupan. Dan bukan hanya masyarakat yang ada di Stadion yang bisa menyaksikan, tapi masyarakat sekitar Stadion juga dapat menyaksikan lighting show tersebut,” pungkasnya.

Sayang, saat opening ceremony, 500 kamera drone tersebut tidak tampil begitu maksimal, jauh berbeda saat gladi resik. Sehingga moment tersebut bukanya menampilkan sebuah tontonan yang menghibur justru membuat para penonton kebingungan dengan konfigurasi yang ditampilkan.

Hal tersebut terjadi karena beberapa lampu dari kamera tidak menyala begitu sempurna saat melakukan konfigurasi. Tapi pihak OCC menjamin, bahwa hal serupa tidak akan terjadi saat closing ceremony. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *