Minta Bus Eks PON Untuk Transportasi di Jayawijaya

Pardomuan Harahap (Denny/Cepos)

WAMENA– Kepala Dinas Perhubungan Darat kabupaten Jayawijaya Pardomuan Harahap mengungkapkan bahwa Pemda Jayawijaya secara resmi telah menyurat ke Pemprov Papua  untuk mendapatkan 10 bus yang digunakan untuk transportasi  Pekan Olah Raga Nasional (PON) Papua. Namun,  ternyata jawaban yang diterima bahwa bus ini akan dikelola oleh Perum Damri.

  Oleh karena itu, Pardomuan mengaku masih terus melakukan koordinasi agar Perum Damri bisa dibuka di Jayawijaya dan juga bisa mendapat bagian dari Bis tersebut.  “Sementara ini kami masih melakukan koordinasi dengan Perum Damri Jayapura, nanti kalau kalau bus itu sudah ada di Jayawijaya, maka yang mengoperasikan teman-teman dari Perum Damri Jayapura, sehingga manajemennya bisa tertata dengan baik,” ungkapnya Sabtu (6/11) kemarin.

  Ia juga menyatakan, rencananya bus eks PON Papua ini di Jayawijaya akan menjangkau ke wilayah -wilayah yang tidak dijangkau oleh kendaraan -kendaraan umum yang beroperasi selama ini, dan  pengawasannya langsung di bawah Perum Damri Jayapura.

  “Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati dengan Pak Sekda, kalau untuk Perum Damri ini untuk bisa beroperasi di Jayawijaya harus ada lokasi tempat atau kantornya yang selama ini belum ada, dan Perum Damri juga sudah merespon baik terkait masalah ini, kalau jadi kami akan manfaatkan lokasi yang ada di kantor lama,” jelasnya.

  Adanya lokasi untuk Perum Damri ini, akan memudahkan untuk kendaraan bus eks PON dan karyawannya bisa menempati disana. Ia juga sudah menyampaikan kepada Perum Damri  supaya dalam perekutan sopir itu melibatkan anak -anak daerah yang ada di Jayawjaya, sehingga dari sisi keamanan dan medan yang ditempuh mereka lebih memahami.

  “Untuk trayek pelayanan, kami belum tentukan karena bus tersebut belum ada di Wamena, dan Perum Damri juga mengawal ini agar permohonan itu bisa terealisasikan ke Wamena,” kata Pardomuan Harahap.

  Ia juga mengakui, sebenarnya Perum Damri di Wamena itu sudah terbentuk tahun 1990-an, namun karena tidak ada fasilitas yang memadai  sehingga harus ditarik kembali ke Jayapura. Sementara untuk bus itu yang diminta itu berukuran medium ini karena terkait dengan pengiriman.

  “Kalau dari sisi pengiriman ini bisa lancar mungkin kita bisa minta yang kapasitas besar, namun karena angkutan menggunakan pesawat maka kita minta saja yang medium karena bisa diangkut, disamping itu juga kondisi jalan juga belum memungkinkan sehingga kita minta yang kapasitasnya 16 orang,” tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *