Kembali Terlibat Psywar, AS Tuding Tiongkok Perbanyak Nuklir

SERUAN: Aktivis mengenakan topeng Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden di depan kedutaan AS di Berlin. Mereka mendesak upaya maju dalam pelucutan senjata nuklir (John MacDougall/AFP)

AMERIKATiongkok kembali disorot Amerika Serikat (AS). Jika sebelumnya karena dugaan uji coba rudal hipersonik, kini karena kepemilikan hulu ledak nuklir. Versi AS, Tiongkok memperbanyak senjata nuklirnya lebih cepat daripada yang mereka perkirakan sebelumnya.

Berdasar laporan Pentagon yang dirilis Rabu (3/11), negara yang dipimpin Xi Jinping itu disinyalir akan memiliki 700 hulu ledak nuklir pada 2027. Jumlah tersebut bakal meningkat menjadi lebih dari seribu pada 2030. Itu lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan prediksi Pentagon setahun lalu. Saat itu, Tiongkok diduga memiliki 200 hulu ledak nuklir dan akan meningkat dua kali lipat atau 400-an pada 2030.

”Peningkatan ini sangat mengkhawatirkan. Ini memicu pertanyaan tentang niatan mereka (Tiongkok, Red),” ujar salah seorang pejabat di Departemen Pertahanan AS, seperti dikutip Al Jazeera. Dia menyerukan transparansi atas pengembangan kekuatan nuklir Negeri Tirai Bambu.

Ketika Beijing berjanji membuat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menjadi pasukan kelas dunia pada 2049, saat itu Pentagon menyatakan bahwa Tiongkok menjadi perhatian keamanan utama di masa depan. Dua negara yang menguasai perekonomian dunia itu memang kerap menjadi rival dalam berbagai hal.

Laporan tahunan Pentagon ke kongres terkait perkembangan militer Tiongkok itu juga mengungkapkan bahwa Beijing mengembangkan senjata nuklir yang bisa diluncurkan dengan misil balistik via darat, udara, dan kapal selam. Tiongkok juga membangun infrastruktur penting untuk mendukung ekspansi senjata nuklirnya.

Beberapa bulan lalu, peneliti independen mengeluarkan foto satelit yang menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki tempat penyimpanan nuklir baru. Ia berada di wilayah barat Tiongkok. Tiongkok telah memulai pembangunan setidaknya tiga lahan rudal baru yang secara kumulatif berisi ratusan silo atau tempat penyimpanan bawah tanah tempat ICBM, peluru kendali antarbenua, dapat diluncurkan.

Di sisi lain, Washington yakin bahwa nuklir milik Beijing itu tidak akan dipakai untuk menyerang negara yang memiliki senjata serupa. Dengan kepemilikan senjata nuklir sebanyak itu, negara yang akan menyerang Tiongkok harus berpikir seribu kali.

”Tiongkok ingin memiliki kemampuan melawan militer AS di kawasan Indo-Pasifik pada 2027 dan memaksa Taiwan ke meja perundingan dengan persyaratan yang sudah ditetapkan Beijing.” Demikian penggalan laporan Pentagon.

Sementara itu, Tiongkok berusaha menepis kekhawatiran AS akan perkembangan militer mereka. Mereka menuding laporan Pentagon bertujuan meningkatkan pembicaraan tentang ancaman nuklir Tiongkok.

Seperti sebelumnya, laporan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan AS mengabaikan fakta dan penuh prasangka,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin, Kamis (4/11), seperti dikutip Agence France-Presse.(jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *