Kebobolan pada Menit ke-90+6  Sangat Menyakitkan

Pemain dan ofisial Persipura menyerbu wasit Sigit Budiyanto yang dianggap lupa meniup peluit akhir sehingga Bali United bisa mencetak gol. (Jawa Pos)

-Jeksen Soroti Kinerja Wasit

JawaPos.com-Seri kedua menjadi mimpi buruk bagi Persipura Jayapura. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu selalu kalah dalam lima laga yang dilakoni. Mereka kebobolan 12 gol dan hanya mencetak tiga gol.

Kekalahan terakhir dialami kala bersua Bali United tadi malam. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, tersebut, Persipura kalah tipis 0-1.

Laga berlangsung dramatis. Bali United berpeluang unggul setelah mendapat penalti pada menit 65’. Tapi, eksekusi Ilija Spasojevic gagal berbuah gol.

Gol kemenangan baru datang pada menit 90+6’. Dari kemelut sepak pojok, Ricky Fajrin berhasil menyambar bola masuk ke gawang. Gol itu sempat diprotes Persipura. Sebab, tambahan waktu sejatinya hanya 4 menit.

Namun, ada ’’bonus’’ waktu 2 menit yang bisa dimaksimalkan Bali United untuk menjadi gol kemenangan.

’’Sebenarnya saat gol terjadi, laga sudah selesai. Sebelum corner, saya sudah sampaikan kalau waktu habis. Tapi, wasit ini cari masalah,’’ kecam Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura.

Keputusan wasit yang tetap meneruskan laga dianggap jadi biang kerok kekalahan tim. ’’Karena laga sebenarnya sudah berakhir, konsentrasi pemain kami sedikit buyar. Dan Bali United berhasil memanfaatkan kemelut menjadi gol,’’ keluh Jacksen.

Dalam laga itu, dua pemain Persipura juga mendapat kartu merah dari wasit Sigit Budiyanto. Mereka adalah Irsan Lestaluhu dan Todd Ferre.

Tim pelatih sempat melakukan protes di akhir laga. ’’Saya sadar kalau protes itu bisa kena sanksi komdis. Tapi, lebih adil kalau bapak baju kuning juga dapat sanksi dari komite wasit,’’ sembur Jacksen.

Atas lima kekalahan beruntun itu, artinya Persipura gagal total di seri kedua. ’’Padahal, target awal di series ini, kami bisa mendapat 10–15 poin. Kami akan terus berbenah,’’ tuturnya.

Soal protes Persipura, Bali United tidak ambil pusing. Pelatih Stefano Cugurra menganggap kemenangan kali ini adalah buah kerja keras anak asuhnya.

’’Pemain berjuang sampai menit terakhir untuk mencetak gol. Tentu ini kemenangan yang tidak mudah. Cuma menang satu gol tidak masalah, yang penting cukup untuk mendapat tiga poin,’’ jelas pelatih yang akrab disapa Teco itu.

Kemenangan tersebut membuat Bali United merangsek ke papan atas. Mereka berada di tangga kelima dengan 19 poin. Teco tentu sangat senang. Apalagi, performa anak asuhnya cukup meyakinkan.

’’Kami berhasil mencatatkan clean sheet dalam tiga laga terakhir. Lini belakang sudah bagus, sekarang kami harus kerja lebih keras untuk memperbaiki lini depan,’’ papar mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Kemenangan itu menjadi modal di seri ketiga nanti. Teco juga menyambut baik series ketiga yang tetap berlangsung di Jawa Tengah dan Jogjakarta.

’’Bagus, karena kualitas stadion di sini (Jawa Tengah dan Jogjakarta) juga baik. Itu jadi keputusan yang bagus dari federasi,’’ pungkasnya.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *