Anak Papua Harus Mampu Bersaing di Sekolah Kedinasan

George Saa (Dok pribadi)

SENTANI– Pemerhati pendidikan di tanah Papua dan Papua Barat,  George Saa mengatakan, butuh perhatian serius dari pemerintah di tanah Papua dan Papua Barat untuk menyiapkan anak-anak generasi muda Papua agar bisa bersaing dalam mengenyam pendidikan di sekolah kedinasan yang ada di Indonesia.

“Saya sedang menyiapkan anak-anak Papua untuk bisa bersaing bersekolah di 20 sekolah kedinasan yang ada di seluruh Indonesia, ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Papua dan Papua Barat, ” kata Geoge Saa kepada Cenderawasih Pos, Minggu (7/11) kemarin.

Dia mengatakan, setidaknya ada 20 sekolah kedinasan di Indonesia dan menjadi sekolah tujuan favorit dari lulusan sekolah menengah atas yang ada di Indonesia.  Kata dia, sampai saat ini, belum ada informasi yang jelas berapa kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Papua dan Papua Barat yang sudah menjalin hubungan kerja sama dengan sejumlah sekolah kedinasan yang ada di Indonesia itu.

“Mestinya harus ada kerja sama dengan sekolah-sekolah kedinasan ini.  Dengan begitu, institusi ini akan menyiapkan program khusus untuk menyiapkan putra putri Papua yang berminat masuk ke sekolah-sekolah tersebut, “ujarnya.

Sehingga diharapkan dengan persiapan khusus ini dapat mendorong angka kelulusan dari Papua dan Papua Barat ke sekolah-sekolah tersebut.  Lanjut dia setiap tahun ketika diumumkan nama-nama putra putri Papua yang lulus di sekolah kedinasan di Indonesia ini terkadang muncul protes dari masyarakat Papua.  Menurutnya, tanpa adanya satu gebrakan untuk memberikan solusi agar anak Papua bisa mendominasi angka kelulusan untuk masuk di sekolah sekolah kedinasan itu,  sesungguhnya tidak bermanfaat. Karena itu perlu ada program khusus.

“Saya George Saa, sebagai pemerhati pendidikan di Papua siap mendorong hal ini.  Saya dalam proses menyiapkan dokumen kelengkapan pendidikan khusus yang nantinya saya harapkan dapat bermitra dengan pemerintah kabupaten dan kota di Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

Dia mengaku sangat optimis apabila pemerintah kota, kabupaten di Papua dan Papua Barat membangun kerjasama dengan sekolah kedinasan melalui lembaga yang sedang disiapkannya itu dapat menyiapkan materi pelatihan khusus untuk putra-putri Papua.

“Harapan saya ke depan, pemerintah di Papua dan Papua Barat mendukung hal ini,  harus ada dukungan konkrit.  Putra dan putri Papua harus dilatih khusus agar kelak mereka bisa sekolah di sekolah kedinasan ini,” tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *