Abraham Elopere Peraih Medali Emas Pertama Peparnas Papua

Abraham Elopere (Erik / Cepos)

-Bonus Akan Digunakan Untuk Menikah

JAYAPURA – Abraham Elopere merupakan peraih medali emas pertama bagi kontingen Papua dan juga menjadi peraih medali emas pertama Peparnas XVI Papua 2021. Abraham Elopere merupakan peraih medali emas pada nomor lari 1500 meter T20 dengan waktu 4:22.63 pada Cabor Atletik yang dilaksanakan di Stadion Utama Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/11).

Peparnas XVI Papua merupakan ajang perdana bagi Abraham Elopere, meski sebagai debutan, tapi Abraham Elopere membuktikan perjuangannya selama ini untuk mencapai prestasi terbaik di tanah sendiri.

Tapi sebelum Peparnas XVI, nama Abraham Elopere sebenarnya sudah diperhitungkan jauh-jauh hari. Namanya pernah tercatat sebagai atlet Pelatnas saat meraup tiga medali emas pada Kejurnas Jawa Barat 2017 silam. Prestasi tersebut kemudian membuat NPC Indonesia membawanya dalam Pelatnas.

Kala itu, Abraham turun di nomor 800, 1500 dan 8000 meter. Sayangnya, kiprah Abraham tidak begitu mulus di ajang Internasional. Ia gagal mewakili Indonesia di ajang Asean Para Games dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Tapi itu tidak lantas membuat dirinya kecewa. Kembali dari Pelatnas, ia pun terus mengasah kemampuannya bersama NPC Papua untuk menghadapi Peparnas XVI Papua.

Di Peparnas XVI, Abraham bisa saja mengulangi prestasi saat Kejurnas di Jawa Barat, namun ia berbenturan dengan aturan yang hanya memperbolehkan atlet berlabel Pelatnas turun pada 1 nomor. Sehingga ia pun memilih nomor 1500 meter dan membuktikan dirinya masih yang terbaik di nomor tersebut.

“Awalnya saya siap turun di nomor 1000, 1500 dan 800 meter, tetapi karena saya atlet Pelatnas maka saya tidak bisa turun di tiga nomor hanya main di satu nomor saja,” jelasnya.

Atlet kelahiran Wamena tahun 1989 silam itu merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari sejarah prestasi Atletik NPC Papua di ajang Peparnas XVI

“Saya bisa menyumbang emas untuk Papua saat pertama kali saya ikut Peparnas dan saya rasa bersyukur sekali karena itu semua kasih karunia Tuhan berikan kekuatan agar saya bisa juara,” ujar Abraham.

Namun banyak yang tidak tahu sosok Abraham. Jauh sebelum dirinya berdiri di atas podium juara, Abraham juga pernah menjalani kehidupan hingga titik paling rendah. Ketika ia menyelesaikan pendidikannya di SMA YPPK Santo Thomas, Wamena. Abraham kesulitan untuk mencari pekerjaan, bahkan untuk bertahan hidup, ia harus menjadi tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Sehingga ia berharap, bonus dari prestasi yang ia peroleh kelak bisa menopang masa depan yang cerah bagi dirinya. Bahkan, Abraham juga memiliki harapan untuk melepas masa lajangnya jika mendapatkan kucuran bonus.

“Sebelum menjadi atlet saya sebagai tukang ojek selalu makan tidur di pangkalan, penghasilan dari ojek saya bisa makan, jadi harapannya kalau bonus cair saya bisa membangun rumah, atau modal usaha nanti. Nanti bonus cair, kalau bisa saya bisa kawin karena sampai sekarang saya belum kawin, saya tidak punya apa-apa cuma satu-satunya saya mengharapkan ini,” tutup Abraham. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *