Wakapolda: Anggota Dapat Membuka Hati, Pikiran dan Mata

Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto bersalaman dengan salah satu tokoh agama, Kamis (4/11) kemarin. (HUMAS POLDA)

JAYAPURA – Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto berikan pembinaan penanggulangan radikalisme dan intoleransi kepada personel Polri, Kamis (4/11).

Wakapolda Papua mengatakan, radikalisme konotasinya negatif begitu juga dengan intoleransi, tetapi ia maknai radikal bisa juga positif seperti kita radikal terhadap keyakinan kita. “Dengan mengikuti kegiatan ini, dapat menjadi filter kepada kita agar dapat menyikapi jika keluarga besar Polri kita yang telah terdeteksi memiliki faham radikalisme dan intoleransi,” ucap Wakapolda.

Wakapolda meminta anggota dapat membuka hati, pikiran, mata, lalu belajar. “Kegiatan ini untuk membina serta menanggulangi paham radikalisme dan intoleransi pada personel Polri Polda Papua, kita ketahui bersama bahwa  bangsa kita adalah bangsa yang majemuk Indonesia adalah Negara yang terdiri dari beberapa agama, diantaranya yaitu agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. karena adanya perbedaan itulah Indonesia diperlukan toleransi agar tidak terjadi konflik antar umat beragama,” kata Wakapolda. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *