Polisi Olah TKP Untuk Pastikan Penyebab Kebakaran

Kebakaran yang terjadi pada 1 bangunan rumah kos  yang di dalamnya terdapat 12 petak rumah kos yang habis terbakar di gang Sosial Jalan Irian Atas Wamena, Rabu (3/11) kemarin (Denny/Cepos)

WAMENA-Polisi masih akan melakukan pengecekan terkait dugaan korsleting listrik yang mengakibatkan 12 petak rumah kos terbakar. Polisi akan meminta keterangan dari saksi -saksi yang melihat awal kebakaran yang membuat kerugian sekitar Rp 2 Miliar, polisi juga masih mendata para korban.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh Safei, A.B, SE menyatakan untuk melakukan pemeriksaan mungkin penyidik dari Polres Jayawijaya akan tunggu puing -puing bangunan tersebut tidak panas lagi, baru akan dilakukan police line dan melakukan olah TKP disana, dari itu akan dilihat ada dugaan disengaja atau tidak.

  “Yang jelas dari keterangan awal saksi menyatakan jika itu ada korsleting listrik yang menyebabkan terjadinya kebakaran, sehingga kami juga akan melibatkan tim dari PLN untuk melakukan pemeriksaan disana,” ungkapnya kamis (4/11) kemarin.

  Menurut Kapolres, kalau dalam pemeriksaan itu ada dugaan-dugaan, maka pihaknya akan melibatkan tim forensik. Dimana pihaknya akan bergerak sesuai dengan keterangan awal yang disampaikan warga sekitar dimana api itu berasal dari belakang rumah kontrakan itu.

  “Kita akan melakukan kajian dari awal tempat yang diduga mengalami gangguan arus pendek atau Kosleting listrik untuk sehingga bisa terjadi kebakaran itu disana nanti akan dilihat oleh tim dari PLN untuk memastikan itu,”jelas Kapolres.

  Untuk Los rumah yang lain itu kalau dilihat dari kebakaran itu karena api dengan cepat menyambar ke arah depan bangunan yang semi permanen itu, sehingga bahan -bahan yang terbuat dari kayu itu mudah dan cepat terbakar.

  “Api cepat menyambar bagian rumah yang lain karena mungkin ada BBM minyak tanah yang disimpan untuk keperluan memasak sehingga ketika api menyambar maka semakin membesar karena kena dengan minyak,”kata Safei.

  Kapolres juga menyatakan, pihaknya akan memanggil saksi -saksi dan pemilik Kos tersebut untuk meminta keterangan kepada mereka guna melengkapi keterangan awal yang disampaikan oleh warga sekitar, sehingga bisa segera mengetahui dengan pasti penyebab kebakaran tersebut.

  “Kita panggil dulu warga yang memberikan keterangan melihat korsleting listrik atau penghuni kos yang melihat itu, untuk diambil keterangannya, juga dengan pemilik kos untuk melakukan pendataan,”tutup Safei.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *