Pemanfaatan Air Baku Danau Sentani Ditargetkan 2023

Dirut PDAM Jayapura Dr.Entis Sutisna (DOK/CEPOS)

JAYAPURA– Sebagai upaya peningkatan pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM Jayapura, PDAM Jayapura semaksimal mungkin  terus melakukan pelayanan secara optimal salah satunya memanfaatkan air baku danau Sentani untuk bisa disalurkan kepada masyarakat apalagi saat ini jumlah populasi penduduk di Kota Jayapura terus meningkat.

  Sehingga kebutuhan air bersih juga harus ada penambahan tidak mungkin hanya mengandalkan di sumber air bersih tertentu dan adanya air baku dari danau Sentani tentu sangat membantu sekali.

Direktur Utama PDAM Jayapura Dr H.Entis Sutisna, SE.,MM., mengungkapkan keberadaan air baku danau Sentani memang sangat membantu jika diolah airnya melalui water treatment untuk bisa dijadikan air bersih dan layak dimanfaatkan masyarakat.

Hal yang telah dilakukan PDAM Jayapura adalah bekerjasama dengan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Papua telah membangun sumber air ataupun intake yang  berlokasi di batas kota di mana pengambilan air bakunya dari danau Sentani.

Dijelaskan, tahapan yang akan dilakukan yakni  pembangunan infrastruktur kebetulan kewenangan  sistem pembangunan penyediaan air minum ada dua pertama oleh BWS Papua bertugas untuk melakukan pembangunan intake di sumber air termasuk perangkat lainnya berupa genzet, mesin pompa dan lainnya serta pemasangan jalur pipa transmisi dan ini sudah dibangun mulai tahun 2018 sampai 2020 dengan berhasilnya dilakukan uji coba pengambilan air baku dari danau Sentani di batas kota sampai ke perumnas 3 waena kebetulan di sana ada reservoar sebesar 3000 kubik, namun untuk didistribusikan ke pelanggan masih dilakukan satu tahap yaitu harus dibangun namanya water treatment instalasi pengolahan air,

Dan instalasi pengolah air sendiri itu nanti akan direncanakan dibangun di Jalan Perumnas 3 waena di bagian atas untuk pembangunan water treatment maupun sarana pendukung lainnya seperti jalur distribusi dan reservoar dibutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dan untuk yang membangun water treatment melalui Satker pengembangan air minum Papua atau dari Balai Prasarana pPermukiman Papua.

“Kami telah membuat desain untuk pengolahan di jalan alternatif Perumnas 3 waena dengan namun saat ini memang seharusnya pembangunan itu 2021 sudah mulai, namun kami ternyata terkendala dengan lahan dan lahan yang dibutuhkan untuk membangun instalasi pengolah air itu 1 hektar dan di sana memang sudah tersedia 2 hektar milik masyarakat adat, kebetulan kami sudah berkomunikasi dengan pemilik hak ulayat dan mereka meminta biaya untuk pembelian tanah itu 500 ribu per meter,  kalau misalkan sekitar 1 hektar itu dibutuhkan Rp 5 miliar,”katanya, Kamis (4/11) kemarin.

Dan  untuk lahan, tempat untuk pengolahan air juga akses jalan, akses jalan yang kemarin dilakukan survei itu ada sekitar kurang lebih lebar 6 meter dan panjangnya 600 meter, jadi memang masih dibutuhkan perencanaan perencanaan operasional pembangunan.

“Saya juga sudah melakukan komunikasi berdiskusi dengan Wali kota, ketua dewan pengawas PDAM termasuk dari pemerintah pusat, karena bagaimanapun juga dengan sudah terpasangnya jaringan pipa transmisi, ada bak air di Perumnas 3 yang kapasitasnya cukup besar sekitar 3000 kubik, ada instalasi pompa, generator dan sudah ada bangunan-bangunan tentu pemanfaatan air baku danau Sentani harus dilanjutkan,”jelasnya.

Diakui, karena kebetulan penyiapan lahan kemungkinan besar disupport oleh pemerintah Kota Jayapura ada di tahun 2022 jadi kemungkinan besar pembangunan fisik dilakukan di tahun 2022 dan 2023 jadi ini memang masih butuh tahapan-tahapan itu.

“Saya berharap bahwa dukungan dari pemerintah kota terhadap penyediaan lahan untuk tempat water treatment,  tempat pengolahan air, dan juga untuk akses jalan,  harapan sama yang kemarin kami sudah rapat  dengan masyarakat adat untuk 2022 pembangunan lahan dan Sisi dari pengolahan air minum  biaya atas tanah tersebut sekitar harganya Rp 500.000 per meter saya berharap bahwa tahun 2022-2023 itu sudah bisa dimulai proses penyiapan lahan pembangunan infrastruktur sisi dan pendukung lainnya,”jelasnya.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *