Menpora Tinjau Langsung Persiapan Upacara Pembukaan Peparnas Papua

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (4/11) pagi.(Kemenpora.go.id)

Jayapura – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meninjau langsung persiapan upacara pembukaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, yang bakal bergulir pada Jumat (5/11).

Zainudin Amali tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis pagi dan langsung menuju Swiss-Belhotel yang menjadi lokasi media center Peparnas Papua dan tempat menginapnya selama berada Bumi Cenderawasih.

Tak lama setelah itu, Menpora Amali juga meninjau sejumlah lokasi pertandingan, salah satunya yang berada di Kompleks Olahraga Stadion Lukas Enembe.

Dalam upacara pembukaan pesta olahraga terbesar di Tanah Air untuk atlet disabilitas tersebut, serangkaian acara bakal berlangsung, termasuk pertunjukan 500 drone yang akan menghiasi langit-langit di Stadion Mandala.

Selain itu, deretan artis papan atas, di antaranya Anggun, Nowela, dan lain-lainnya akan meramaikan pembukaan Peparnas Papua.

Amali sebelumnya memastikan adanya kesetaraan antara penyelenggaraan PON XX dan Perpanas Papua.

Wakil Ketua II PB Peparnas Hans Hamadi juga mengatakan persiapan penyelenggaraan Peparnas Papua telah mencapai 100 persen.

“Artinya, gelaran pesta olahraga nasional bagi kaum disabilitas yang diadakan setiap empat tahun ini siap digulirkan 2-15 November 2021. Secara keseluruhan atau administratif sudah siap seratus persen, hanya tinggal penyelenggaraan Peparnas saja,” ujar Hans.

Sebanyak 1.935 atlet dari 33 provinsi di Tanah Air bakal berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga yang dipertandingkan di dua klaster, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura. Mulai dari angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola CP, tenis lapangan kursi roda dan tenis meja.

Dalam pelaksanaannya, Hans juga menyebut Peparnas Papua akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat sama seperti pada PON Papua.

Selain itu, pihaknya menjamin semua fasilitas juga telah ramah disabilitas. Seperti saat kedatangan di bandara, PB Peparnas bekerja sama dengan Angkasa Pura menyiapkan ramp khusus untuk pengguna kursi roda. Pun demikian di arena pertandingan dan hotel yang bakal ditempati atlet.

“Semuanya ramah disabiltas, seperti yang direkomendasikan Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia,” terang Hans.

“Transportasi juga sudah mulai dimodifikasi agar ramah disabilitas,” pungkasnya.(Antara/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *