Kirim Anak ke Sekolah, Menteri Nadiem Ngaku Sulit Tidur

Dari kiri, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Mendikbud Nadiem Makarim, Rektor ITS M. Ashari. (Robertus Risky/Jawa Pos)

ANAK – merupakan titipan tuhan kepada orang tua, semua orang tua pun menginginkan buah hatinya tumbuh dengan sehat. Hal itu juga diinginkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Adapun di masa pandemi Covid-19, ayah dari tiga orang anak ini telah memberikan izin kepada dua anaknya yang berumur 3 dan 4 tahun menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran sendiri bagi ia dan istrinya, Franka Makarim.

“Kita memang takut anak saya terpapar, itu memang membuat saya susah tidur tiap malam,” jelas dia dalam Hari Inspirasi OASE secara daring, Kamis (4/11).

Risiko penularan virus pada anak pun sudah ia terima dan ketahui. Namun, karena konsekuensi tumbuh kembang anak yang menurutnya lebih penting, dia dan istrinya pun mengizinkan anaknya untuk bersekolah dengan protokol kesehatan yang ketat demi meminimalisir penularan.

“Saya tau setiap kali anak saya datang sekolah mungkin terpapar, tapi bagi semua yang mengerti kondisi covid sekarang dan mengerti seberapa pentingnya PAUD, saya memilih menerima risiko dan konsekuensi tersebut karena konsekuensi yang satu lagi (tumbuh kembang) bisa lebih parah lagi dan permanen buat saya. Ini saya sampaikan sebagai orang tua,” ujarnya.

Pasalnya, selama kunjungan kerjanya di sejumlah daerah, terdapat perbedaan perilaku untuk yang sudah menjalankan PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mereka yang masih PJJ masih belum memiliki percaya diri dan yang sudah itu bisa berkomunikasi dengan baik.

Begitu juga dengan anaknya yang saat itu belum PTM, kata Nadiem mereka sulit diatur, namun setelah mulai PTM mereka menjadi pribadi yang lebih baik lagi. “Dalam waktu 1 minggu, anak-anak saya perilakunya menjadi berubah. Jadi jauh lebih manis, nurut, bahagia, tidak melawan-melawan,” tandasnya.(jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *