Guru Sudah Teruji Selama Pandemi Covid-19

Jimmy Fitowin (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama dua tahun belakangan ini, memang belum berakhir. Banyak sektor yang menjadi korban akibat penyebaran Covid-19 itu.  Salah satunya bidang pendidikan,  di mana khusus di Kabupaten Jayapura sejak awal pandemi itu, kegiatan pendidikan di sejumlah wilayah hampir dikatakan lumpuh total.  Meski begitu, pemerintah tidak menyerah, dimana penyelenggaraan kegiatan pendidikan tetap dilakukan dengan sistem daring.

Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin mengatakan, para guru di Kabupaten Jayapura sudah teruji untuk melewati masa-masa sulit terkait penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar selama awal masa pandemi Covid-19 itu.

“Ya sebenarnya selama masa pandemi, itu merupakan ujian bagi para guru kita dan mereka sudah mampu melewatinya, bagaimana penyelenggaraan KBM itu tetap dilakukan di sekolah,” kata Jimmy Fitowin, ketika dimintai tanggapannya terkait penyelenggaraan KBM di tengah masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Jayapura,  Kamis (4/11).

Dia mengakui, sejumlah guru memang bekerja keras untuk menciptakan suasana pendidikan yang ramah dan tetap maksimal selama masa pandemi. Sehubungan dengan itu, saat ini pandemi Covid-19 itu sudah berangsur pulih, di mana jumlah temuan kasus baru yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Jayapura sudah sedikit.  Oleh karena itu, dia berharap agar penyelenggaraan pendidikan ini tetap berjalan baik sesuai dengan aturan dan arahan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang juga telah ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan, termasuk Kabupaten Jayapura.

Karena itu dia berharap agar penyelenggaraan pendidikan di tengah masa pandemi ini tetap dimaksimalkan. Untuk itu, juga guru diharapkan tetap menciptakan inovasi baru terkait dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar siswa di kelas.

Terlepas dari itu semua, dia juga berharap agar penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Jayapura ini tetap memperhatikan aturan protokol kesehatan di sekolah-sekolah agar tidak berdampak buruk terhadap aktivitas pendidikan yang sedang berjalan. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *