Dishub Jayawijaya Buka Trayek ke Distrik Wadangku

Pardomuan Harahap (Denny/Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Perhubungan Darat Kabupaten Jayawijaya Pardomuan Harahap mengaku untuk menyikapi masalah kesulitan transportasi di Distrik Wadangku Kabupaten Jayawijaya, pihaknya akan membuka trayek ke distrik Wadangku.

  Dimana distrik ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Yalimo, sehingga dengan kondisi medan yang jauh, angkutan umum yang beroperasi tak mau membuka trayek kesana. Hal ini mengakibatkan masyarakat kesulitan akses untuk menjual hasil perkebunannya ke kota.

  “Karena posisi distrik ini ada di tengah maka masyarakat disana kesulitan untuk mendapatkan akses angkutan, kalaupun ada tarifnya juga sangat mahal Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.000,”ungkapnya Kamis (4/11) kemarin.

  Ia menyatakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi, Dinas Perhubungan  berencana untuk mengoperasikan 1 mikro Bus ke Distrik Wadangku itu dengan tarif bersubsidi dari pemerintah sebesar Rp 30.000 dengan sistem antar jemput. Artinya ada jadwal yang ditetapkan pada Senin, Rabu dan Jumat mereka kendaraan ini akan beroperasi disana.

  “Dengan jadwal ini sopir dengan warga sudah punya nomor kontak, sehingga warga sudah kumpul di terminal di sana maka Sopir dari Wamena akan datang dari Wamena menjemput mereka di Distrik Wadangku warga yang membawa hasil perkebunan itu akan diantar ke Pasar Jibama Wamena,”kata Harahap.

  Menurutnya ada titik antar jemput yang sudah ditentukan oleh Dinas Perhubungan, sehingga selesai berjualan sekitar jam 4 atau 5 warga akan berkumpul di titik yang disepakati dan akan kembali dijemput untuk diantar kembali ke Distrik Wadangku, program ini akan dilakukan  3 kali dalam seminggu.

  “Kami juga pahami mengapa kendaraan umum tidak membuka trayek kesana, sebab memang cukup sulit dan jauh sehingga kalau hanya kendaraan jenis Kijang itu tidak mampu sampai disana, sedangkan untuk kendaraan jenis strada hanya digunakan antar Kabupaten sehingga kita coba atasi dengan kendaraan mikro bus ini,”jelas Kadishub Jayawijaya.

  Dalam waktu penjemputan itu hanya dilakukan sekali begitu juga dengan waktu untuk kembali sehingga dalam sekali angkut itu dua kali pulang balik, ini juga hasil kesepakatan dengan kepala distrik di Wilayah itu dengan harapan masyarakat itu bekerja menghasilkan produksi pertanian.

  “Sebenarnya trayek ke Distrik Wadangku bisa setiap hari kita lakukan tetapi memang ada beberapa masalah yang harus kita evaluasi dan pertimbangkan lagi,”tutup Harahap. (Jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *