Cara NPCI Tentukan 12 Jumlah Cabor Peparnas

Sprinter Papua Saul Ramar berlatih menjelang Peparnas XVI Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Rabu (3/11/2021). Kontingen Papua menargetkan atlet mereka di cabang atletik dapat mendulang medali emas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/app/foc.

Jayapura– Penentuan jumlah cabang olahraga (cabor) dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua dilakukan dengan menggunakan metode expression of interest. Ketika menentukan jumlah ini, seluruh pengurus National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI) tingkat provinsi mengajukan berapa cabor yang akan diikuti dalam ajang ini.

Ada wilayah yang mengajukan sebanyak 5 hingga 20 cabor dalam perhelatan ini. Setelah seluruh perwakilan NPCI tingkat provinsi tersebut bersepakat, maka 12 cabor yang terpilih saat inilah yang ditetapkan untuk digelar pada ajang pesta olahraga penyandang disabilitas saat ini.

“12 cabor terpilih dalam perhelatan Peparnas yang digelar pada beberapa waktu ke depan,” ujar Wakil Sekeretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI) Rima Ferdianto kepada Media Center Kominfo Peparnas Papua.

Kesepakatan ini penting, lanjut Rima, dalam memastikan seluruh wilayah yang ikut tetap mengedapankan kesetaraan dalam hal dukungan dari pemerintahnya daerahnya masing-masing. Sehingga, penyelenggaraan ajang olahraga ini tetap akan menampilkan atlet-atlet yang mendapatkan pembinaan yang maksimal dari pemerintah terkait.

Keputusan yang dihasilkan ini pun rupanya mendapat sambutan yang baik dari pemerintah. Melalui dukungan yang sangat besar pun pemerintah mendorong setiap daerah memgirimkan kontingen atlet penyandang disabilitas yang dimilikinya pada ajang tersebut. Disertai dengan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam penyelenggaraan ajang ini.

Upaya itu pun berhasil, banyak wilayah yang pada akhirnya tertarik untuk mengikuti ajang Peparnas. Tercatat, dari hanya sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari ofisial dan atlet. Kini, jumlab Peparnas yang terdaftar hingga saat ini mencapai jumlah yang signifikan yakni 3.609 orang. Dengan jumlah kontingen mencapai 33 kontingen atlet disabilitas.

“Berkat dorongan dari pemerintah yang menyatakan bahwa PON dan Peparnas adalah satu paket yang diselenggarakan secara paralel,” pungkasnya.(PBPapernas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *