Cahaya Kemenangan dari Timur Papua

Suasana gladi bersih upacara pembukaan Peparnas XVI Papua 2021 di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (3/11) malam. (Erik/Cepos)

Situasi arus lalu lintas di sekitar Stadion Mandala, Kamis (4/11) kemarin.(Elfira/Cepos)

*Hari ini,Wapres Buka Peparnas XVI Papua 2021

Pembukaan Peparnas, Ada Pengalihan Arus Lalin

JAYAPURA-Hari ini, Jumat (5/11), Opening ceremony atau upacara pembukaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 akan dilaksanakan di Stadion Mandala Jayapura. Ceremony pembukaan akan mengusung tema ‘Cahaya Kemenangan dari Timur Papua’.

Sesuai dengan tema, opening ceremony Peparnas XVI Papua akan menampilan lighting show dari 500 kamera drone yang akan terbang di atas langit Kota Jayapura. 500 kamera drone tersebut akan membuat beberapa choreography, termasuk tulisan Peparnas XVI Papua.

Opening ceremony rencananya dibuka oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin. Pasalnya Presiden Jokowi masih menjalani karantina pasca melakukan kunker ke negara-negara sahabat.

Untuk menyemarakan opening ceremony, Quantumconvex International selaku EO OCC juga mendatangkan artis Indonesia pertama yang go internasional Anggun Cipta Sasmi. Selain Anggun, juga tampil jawara Indonesian Idol Nowela Elizabeth Auparay. Serta beberapa artis asal Papua lainnya seperti Edo Kondologit, dan beberapa artis lokal lainnya. Rangkaian opening ceremony juga akan dipandu oleh Daniel Mananta.

Upacara pembukaan juga akan menampilkan penyanyi-penyanyi alumni SLB, sehingga membuat acara tersebut benar-benar diperuntukan bagi kaum disabilitas.

Selain penampilan artis dan lighting show, opening ceremony juga akan menampilkan tari-tarian yang akan menceritakan kehidupan masyarakat di 5 wilayah adat Papua.

Untuk tarian ini, OE melibatkan 950 penari dari berapa sanggar tari termasuk sekolah-sekolah yang ada di Jayapura.

CEO Quantumconvex International, Toton Hutomi, selaku EO OCC Peparnas mengatakan bahwa segala persiapan mereka sudah siapkan sejak April lalu dengan melibatkan 2800 SDM.

“Kami mulai bolak-balik sejak April, dan intensif 3 bulan terakhir. Mulai latihan, audisi sampai setting di Stadion Mandala. Kalau koordinasi dengan segala pihak mulai Agustus, dan ada 2800 SDM terbaik yang dilibatkan, termasuk 950 penari,” ungkap Hutomi kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (4/10).

“Event ini juga merupakan persembahan mahakarya anak bangsa. Penata musik, cahaya, desainer, choreographer dan lainya semua adalah kolaborasi terbaik putra/putri Indonesia dari semua kota. Ini adalah mahakarya anak bangsa,” sambung Hutomi.

Hutomi juga memberikan garansi bahwa opening ceremony Peparnas boleh disandingkan dengan pelaksanaan OCC Olimpiade 2021 yang baru saja usai digelar.

“Untuk lighting show sendiri kami datangkan dari luar negara. Event ini tidak perlu lagi diragukan, karena ini bukan hanya setara dengan event nasional tapi internasional. OCC Peparnas juga melengkapi OCC PON. Dan untuk lighting show sendiri bisa dikatakan yang terbaik dari Olimpiade Tokyo,” ujar Hutomi.

Selain itu, Hutomi juga membeberkan bahwa kesiapan OCC tidak lepas dari koordinasi yang baik antara EO dengan PB Peparnas (Pemerintah Papua) dengan Pemerintah Pusat serta NPCI Pusat.

“Sejak awal saya sudah berkeyakinan bahwa OCC Peparnas tidak kalah dengan OCC Olimpiade,” pungkas Hutomi.

Sementara itu, Koordinator Bidang Upacara PB Peparnas, Willem Manderi mengatakan bahwa persiapan seluruh panitia saat ini, termasuk OCC telah mencapai 98 persen. Ia juga membeberkan jika kuota saat OCC hanya diberikan untuk 25 persen dari kapasitas stadion atau 4000-an penonton.

“Berkaca dari pelaksanaan PON yang baru beberapa lalu selesai dengan sukses, dan dari kesuksesan itu maka PB Peparnas juga ingin melaksanakan ini dengan sukses. Tentunya ada beberapa hal yang akan dilewati, termasuk opening ceremony yang kita laksanakan besok (Jumat-red),” ungkap Manderi.

Soal keamanan, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH., juga mengatakan bahwa mereka juga sudah sangat siap melaksanakan pengamanan sepanjang rangkaian opening ceremony.

“Anggota kota sudah siap, ada 779 pasukan baik dari Polda dan Polres serta rekan-rekan TNI juga menyiapkan diri, karena ini dihadiri Wapres dan tentu sistem pengamanan berbeda. Dan kami juga melaksanakan pengamanan di luar Stadion,” ujar Kamal.

Kamal juga menyarankan bagi masyarakat yang tidak mendapatkan akses masuk agar bisa menyaksikan rangkaian kegiatan dari rumah melalui media partner PB Peparnas.

Sementara itu, saat pembukaan akan dilakukan pengalihan arus lalulintas. Selain itu, kontainer juga tidak diperbolehkan melintas di jalan raya tercatat sejak tanggal 4-5 Oktober 2021.

Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, AKP. Vicky Pandu menyampaikan, pengalihan arus lalulintas termasuk pembatasan kontainer demi kelancaran jalannya pembukaan Peparnas yang direncanakan dibuka langsung Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin.

“Untuk arus lalin dari Kota Jayapura menuju mandala harus melewati jalur atas, setiba di Lumba-lumba mereka melewati jalan Semeru samping SPBU atau jalan Sukarelawati dan tembusnya di Gereja Rehobot Jalan Sulawesi Distrik Jayapura Utara,” ungkap Vicky Pandu saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (4/11).

Lanjut Vicky Pandu, sementara dari arah Dok menuju Mandala atau kota, jalannya normal saja. Sistem di lapangan akan situasional.

“Kalau terjadi kepadatan dari siang hingga sore hari, kita alihkan pengendara melewati jalur Angkasa lewat Pasir II. Sistemnya kita situasional di lapangan,” terangnya.

Sementara itu, untuk mobil kontainer sesuai arahan dari Dirlantas Polda Papua sementara  dilarang beroperasional terhitung sejak 4-5 demi kelancaran acara pembukaan Peparnas di Kota Jayapura.

“Pukul 07:00 WIT hingga 23:00 WIT kontainer dilarang operasionalnya. Mereka baru bisa beroperasional di atas jam 24:00 WIT. Jika ditemukan ada kontainer yang beraktivitas dari jam 7 pagi hingga 23 malam diberikan sanksi,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan Peparnas, sebanyak 170 personel satuan lalulintas diterjunkan untuk amankan lancarnya arus lalulintas saat Peparnas. Seratusan personel itu akan ditempatkan di 48 titik di Kota Jayapura.

“Rata-rata di setiap titik minimal 3  hingga 10 personel kami tempatkan, tergantung tingkat kerawanannya,” kata Vicky Pandu.

Mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, Vicky mengimbau warga yang tidak berkepentingan agar tetap berada di rumah atau tidak menggunakan kendaraan secara berlebihan. Jika masih bisa berjalan kaki maka tidak perlu menggunakan kendaraan. (eri/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *