Ajang Atlet Muda Torehkan Prestasi dan Dorong Regenerasi

Atlet lempar cakram Papua Laurens Siep berlatih jelang Peparnas XVI Papua di, Lapangan Mahacandra Universitas Cenderawasih (Uncen), Waena (PB Papernas)

JAYAPURA-Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua menjadi ajang pembuktian bagi atlet muda untuk menunjukkan kualitasnya. Prestasi yang ditorehkan diharap bisa berdampak baik bagi kariernya sebagai seorang atlet sekaligus menjadi harapan untuk kontingen Indonesia saat mengikuti kejuaraan internasional.

“Target Peparnas kali ini adalah, sukses regenerasi atlet penyandang disabilitas,” kata Wakil Sekeretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI) Rima Ferdianto di Jayapura.

Menurut Rima, Peparnas edisi Papua ini merupakan ajang yang tepat untuk mencari atlet potensial. Selain itu, Peparnas juga sebagai upaya dalam menyukseskan regenerasi atlet penyandang disabilitas di Tanah Air. Sebab, banyak atlet muda diprediksi akan bermunculan dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada dua pekan ke depan.

Pesta olahraga bagi disabilitas ini, lanjut dia, lebih fokus kepada daerah yang telah melakukan pembinaan olahraga secara optimal kepada atlet. Keseriusan pemerintah daerah dalam membina olahraga didaerahnya akan terlihat jelas dalam Peparnas kali ini.

“Kita bikin ada kategori nasional dan elit. Elit itu adalah atlet yang pernah juara dalam pertandingan internasional. Kategori atlet nasional adalah semua yang sudah punya pengalaman ikut event internasional,” kata Rima.

Sistem pertandingan yang diatur dalam pertandingan nantinya sangat mendukung terjadinya regenerasi. Atlet yang masuk dalam kategori elit hanya diperbolehkan turun pada satu nomor cabor pertandingan.

Sementara itu, bagi atlet yang masuk dalam kategori nasional dapat mengikuti nomor pertandingan melebihi dua kali. Adanya hal tersebut tentu akan membuka peluang banyak atlet disabilitas untuk berkembang lebih baik lagi. Selain itu, diharapkan meningkatkan kualitas atlet itu sendiri.

“Dengan sistem pertandingan ini membuat pembinaan atet menjadi kunci utama dalam menjuarai ajang Peparnas. Kemudian, hal ini juga mendorong percepatan regenerasi atlet penyandang disabilitas. Kita ingin atlet disabilitas yang memiliki bakat dapat mengasah kemampuannya dalam ajang bergengsi ini. Yang jelas kita mendorong agar regenerasi cepat tumbuh pada setiap cabor,” pungkas Rima.(PBPapernas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *