Rehabilitasi 2.217 Unit Rumah Korban Banjir Bandang Terus Digenjot

Alphius Toam. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengalokasikan dana hibah untuk penanganan pasca bencana di Kabupaten Jayapura mencpai Rp 275 miliar.   Dana hibah itu akan digunakan merehabilitasi rumah sebanyak 2.217 unit yang dikerjakan di segmen 2 dan segmen 3.

” Segmen 2 itu ada di sekitar daerah aliran sungai dan segmen 3 itu di seluruh wilayah Danau Sentani,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura, Alphius Toam, Selasa (2/11).

Kemudian dana itu juga dimanfaatkan untuk bantuan pengerjaan saluran air bersih sebanyak 5 paket pekerjaan.  Kemudian ada juga jembatan dan pengaman atau talud sungai.

“Sementara untuk infrastruktur sedang berjalan,” katanya.

Namun dia mengakui, ada persoalan dan hambatan yang sedang dialami pihaknya berkaitan dengan pengelolaan dana hibah bencana untuk penanganan pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura itu, secara khusus berkaitan dengan pembangunan rumah atau rehabilitasi rumah bagi masyarakat yang terkena dampak dari bencana banjir bandang 2019 itu.

“Pekerjaan rumah memang sedikit terlambat karena memang dimulai dari proses perencanaannya yang sangat terlambat,”katanya.

Sehubungan dengan itu, Bupati Jayapura juga telah mengganti pejabat di BPBD Kabupaten Jayapura, salah satunya untuk mempercepat proses pekerjaan rehabilitasi rumah bagi korban bencana banjir bandang tersebut.

Beberapa persoalan dan kendala yang dihadapi pihaknya itu kemudian mulai berhasil ditangani dan saat ini pekerjaan rumah atau rehabilitasi rumah bagi korban bencana tersebut sudah mulai dilakukan pihaknya.

Dia mengatakan, rehabilitasi rumah bagi korban bencana banjir bandang di segmen 3 yang ada di wilayah Danau Sentani itu mencakup rumah dan juga sanitasi,  air bersih dan infrastrukturnya.

Karena itu, dari keseluruhan untuk progres keuangan dan fisik, sejauh ini sudah berjalan baik.  Untuk progres keuangannya sampai saat ini,  dari total Rp 275 miliar, yang sudah terserap 48, 712 miliar  atau 19,45%.

Pihaknya optimis hingga Desember tahun ini, penerapan penggunaan dana hibah bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura itu akan maksimal.

“Kami optimis di hingga Desember nanti penyerapannya bisa mencapai 60 sampai 70%,” katanya.

Target penyerapan maksimal ini harus dikejar agar bantuan pada tahap berikutnya di Tahun 2022 yang akan datang, bisa dikucurkan oleh pemerintah pusat.  Namun sebaliknya apabila capaian pemanfaatan dana sebelumnya ini masih rendah maka bisa dipastikan dana tahap berikutnya tidak akan disalurkan.

“Karena itu, kami mohon ini dibantu,  masyarakat adat dan kepala distrik,   termasuk kepala kampung,”ungkapnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *