Di Wamena, 11 Rumah Kos Ludes Terbakar

Petugas Damkar, TNI/Polri dan warga sekitar saat berusaha memadamkan api yang berkobar dari bangunan rumah kos di bagian lantai 2 yang terus menyala lantaran tiupan angin yang kencang, Rabu (3/11). (Denny/Cepos)

WAMENA- Sebanyak 10 unit rumah kos dan satu unit bangunan bertingkat yang terpisah dari rumah kos di jalan irian atas Gang Sosial Wamena Kota, habis dilahap api, Rabu (3/11) sekitar pukul 14.30 WIT. Dalam insiden tersebut, tak ada korban jiwa dan hanya kerugian materiil Dugaan sementara dari keterangan para saksi, kebakaran dipicu korsleting listrik.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei, A.B, SE ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran yang mengakibatkan adanya kerugian materil  senilai Rp 2 miliar. Bangunan  kontrakan berlantai dua itu milik Indrawati Malino.

  Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 14.30 WIT,  saksi saat berada di dalam rumah kemudian anak laki laki berlari mendatangi rumah dan berteriak bahwa ada api menyala dari rumah kontrakan di lantai dua yang terpisah dari bangunan utama.

  “Ketika yang bersangkutan bangun dan kaget melihat keluar rumah bahwa benar api telah melahap bagunan yang terpisah dari bangunan utama, dan bergegas keluar dari rumahnya,”ungkap Kapolres,  Rabu (3/11) kemarin.

   Menurut Kapolres, saksi kemudian meminta tolong kepada masyarakat sekitar untuk mengamankan barang yang ada di setiap rumah kos, karena kebanyakan rumah kontrakan dalam keadaan di tinggal penghuninya untuk bekerja, sehingga tak semua bisa diselamatkan dan masyarakat sekitar merespon mulai membantu mengeluarkan barang namun tidak semua bisa diselamatkan.

  “Tim pemadam kebakaran tiba di tempat  bersama Personil Polres Jayawijaya di TKP, kemudian bersama masyarakat sekitar mengamankan barang yang berada di setiap dalam rumah serta memadamkan api yang masih melahap bangunan utama dan api berhasil dipadamkan 45 menit kemudian,”jelasnya

  Kapolres menjelaskan untuk yang menghuni rumah tersebut baru dua orang yang didapati Yakni Ateng Elopere dan Liliana Karongi. Sementara yang lain belum didata, bahkan mungkin yang bersangkutan belum tahu kalau tempat tinggalnya terbakar.  Sebab banyak rumah yang ditinggal penghuninya untuk bekerja

  “Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, dan hanya menimbulkan kerugian materil saja dan Penghuni Kos menduga kebakaran berasal dari arus pendek (konsleting) belakang bangunan kos tingkat yang terpisah dari bagunan utama.”jelasnya.

  Ia juga menyatakan saat api mulai naik dari bangunan yang terpisah dengan bangunan utama itu cepat menjalar bangunan utama karena los rumah kos yang ada di Lantai dua itu semi permanen. Artinya sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu, sehingga  dengan tiupan angin yang kencang api cepat merambah los kamar -kamar kos itu.

  “Kita lihat yang cepat habis itu yang ada di lantai dua karena sebagian bangunannya dari kayu sehingga api dengan cepat merambah  dan dibantu dengan tiupan angin yang kencang sehingga dengan cepat bangunan itu ludes terbakar,”tutup Safei. (Jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *