7 Hari Berlalu, Sugapa Belum juga Normal

Warga Intan Jaya yang mengungsi di salah satu gereja di Intan Jaya, Selasa (2/11). (Apniel for Cepos)

#Ribuan Warga Masih di Lokasi Pengungsian

JAYAPURA-Aktivitas warga di Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya belum kembali normal pasca kontak senjata antara TNI-Polri dan TPNPB yang menewaskan seorang balita,  Selasa (26/10) lalu.

Hingga saat ini, ada ribuan warga di Intan Jaya memilih mengungsi di tempat yang lebih aman seperti kantor Polisi ataupun kantor TNI termasuk rumah-rumah ibadah yang ada di daerah tersebut.

Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Taufan Gestoro menyampaikan, aktivitas warga di Sugapa belum normal. Kendati demikian, situasi masih terkendali.

“Sudah ada pertemuan dengan Bupati Intan Jaya dan Forkopimda lainnya yang ada di Intan Jaya. Bupati sudah tiba di Intan Jaya dan sudah membagikan bantuan kepada masyarakat,” ucap Danrem Taufan Gestoro saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (3/11).

 Lanjutnya, dalam pertemuan tersebut yang dibahas adalah terkait mencari solusi agar Intan Jaya segera aman. Sebagaimana, masyarakat belum bisa beraktivitas seperti biasa. “Untuk warga yang mengungsi belum kembali ke rumah mereka dan masih bertahan di tempat pengungsian. Namun, ada beberapa orang yang tetap mengamankan diri di rumah mereka masing-masing,” kata Danrem yang saat ini berada di Sugapa.

Danrem juga menjelaskan bahwa kios milik pedagang yang ada di Sugapa belum buka. Bupati sendiri sudah memperbolehkan masyarakat yang jualan pinang dan lainnya agar tetap berjualan. “Di pasar belum normal. Semoga Intan Jaya suasananya lebih baik dengan kehadiran bupati,” harap Danrem.

Sementara itu, Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan menyampaikan, situasi Sugapa mulai kondusif. Warga masih mengamankan diri di kantor TNI-Polri dan belum kembali ke rumahnya masing masing. “Warga masih mengamankan diri di Pos TNI-Polri dan dan gereja, mereka belum bisa beraktivitas,” kata Kapolres.

Dikatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya itu.

Sementara itu,  Juru Bicara TPNPB, Sebby Sembom mengklaim, pihaknya menembak dua anggota TNI. Hanya ini masih menjadi klaim sepihak dari TPNPB.

Sebby Sembom mengklaim bahwa aksi baku tembak ini dipimpin Undius Kogeya dan ia berhasil menembak tiga anggota TNI di Intan Jaya. “Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan resmi dari Pimpinan TPNPB Kodap 8 Intan Jaya, dan komandan yang pimpin perang yaitu Undius Kogeya bahwa mereka telah berhasil menembak dua anggota TNI di Intan Jaya pada Selasa, 2 November lalu,” koar Sebby dalam siaran pers dari manajemen markas pusat Komnas TPNPB, Rabu (3/11).

Ia menyampaikan bahwa informasi tersebut berdasarkan laporan resmi dari pimpinan TPNPB Kodap 8 Intan Jaya dimana mulai pukul 04.32 WIT hingga pukul 07. 00 WIT terjadi baku kontak senjata dan komando yang dipimpin Ham Jegeseni dari TPNPB OPM berhasil menembak dua anggota TNI  sekira pukul 05.22 WIT.

Menurutnya ada juga pasukan dari komando, Oni Kobogau dan  Damianus Tipagau berhasil membakar dua rumah milik pemerintah  di Desa Mamba. Itu terjadi pada pukul 4.32 WIT.

Tak hanya itu  TPNPB juga mengklaim telah menyandera beberapa penjabat Intan Jaya untuk diberi nasihat dan peringatan tegas bahwa perjuangan yang dilakukan TPNPB adalah perjuangan suci  dan OPM berdiri di atas tanahnya sendiri sehingga tidak harus menjadi budak kolonialisme dan kapitalis di atas tanah tanah sendiri.

“Kami peringatan kepada seluruh pejabat Intan Jaya untuk segera melepas dinas kolonial dan ikut turut memperjuangkan Papua Merdeka dan menjadi tuan di atas tanah sendiri sebagai jati diri  orang asli Papua,” beber Undinus Kogoya. (fia/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *