Peparnas dan PON Tidak Ada Perbedaan

Atlet Panahan NPC Papua saat melakukan latihan di venue Panahan Kampung Harapan Sentani, (29/10). (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua segera digelar di dua kluster Kota dan Kabupaten Jayapura. Pesta olahraga multi cabang terbesar nasional bagi atlet penyandang disabilitas ini akan dilaksanakan pada 2-15 November 2021.

Momentum Peparnas ini merupakan panggung kesetaraan bagi atlet disabilitas. Peparnas ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan atlet disabilitas untuk terus berprestasi mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Dalam diskusi virtual pada Senin (1/11), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan Peparnas memiliki kesetaraan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Tidak ada bedanya antara PON dan Peparnas, semua kita fasilitasi sama,” tegas Menpora.

Dalam Peparnas nanti akan dipertandingkan 12 cabang olahraga (cabor) dan data terakhir dicatat bahwa sekitar 3500 atlet dan official akan mengikuti Peparnas.

Menpora juga mengatakan telah menyampaikan ke Pengurus Besar (PB) Peparnas bisa belajar dari penyelenggaraan PON XX, bahwa kekurangan-kekurangan yang terjadi tidak boleh terulang lagi dalam Peparnas. Target suksesnya sama, sama yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, serta sukses administrasi.

Untuk pelayanan khusus atlet, Menpora juga telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, khususnya untuk transportasinya. Alat transportasi sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi para atlet disabilitas.

Kemudian, lanjut Menpora, fasilitas hotel bagi para atlet juga telah dipastikan jika semua atlet disabilitas ditempatkan di hotel.

“Kesiapan yang dilakukan Peparnas, dan kemarin sudah saya cek, kesiapannya sudah 98%, tinggal dua persen adalah mengoordinasikan hal-hal yang masih harus dilengkapi untuk penyelenggaraan, khususnya dalam opening dan closing nanti,” kata Menpora.

Menpora pun meminta kepada insan media untuk memberikan porsi liputan Peparnas Papua sebagaimana yang dilakukan dalam liputan PON Papua. “Prestasi dari para atlet paragames ini juga tidak kalah penting,” tegas Menpora.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bakti menambahkan bahwa Peparnas ini akan sukses seperti halnya penyelenggaraan PON Papua. Empat sukses harus tercapai, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses multiplier efek di bidang ekonomi serta sukses administrasi dan keuangannya.

“Ini terus kita dorong, dan ini secara intens terus kita komunikasikan dan koordinasikan kepada NPC maupun PB Peparnas,” kata Chandra Bakti.

Peparnas ini adalah ajang olahraga prestasi bagi atlet disabilitas. Adanya kesetaraan di dalam fasilitasi terhadap atlet-atlet menjadi mutlak, termasuk kesetaraan menyangkut bonus bagi para atlet disabilitas. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *