Masih Tunggu Keputusan Yayasan dan Pemerintah

Kondisi perumahan guru pembangunan V Yapis Waena, Senin (1/11) kemarin. (Ayu/cepos)

*Soal Pembangunan  Kembali Kompleks Perumahan Guru Pembangunan V Yapis Waena

JAYAPURA – Kebakaran yang menghanguskan lima unit rumah di kompleks perumahan guru Pembangunan V Yapis Waena Distrik Heram Kamis (28/10) pukul 22.00 malam lalu masih menyisakan kepedihan yang mendalam. Pasalnya mereka hanya mampu menyelamatkan surat-surat berharga dan baju di badan.

  Kepala Sekolah SD Pembangunan V Yapis Waena, Warni, S. Pd. M. Pd menyampaikan bahwa dari sekolah hanya memfasilitasi. Karena sebenarnya yang menjadi korban ada 5 rumah guru, yaitu guru SD ada 2, guru SMA ada 1, guru SMP ada 2.

“Sebagai pimpinan saya hanya melindungi, mengayomi, memberikan solusi. Untuk memecahkan kita sama-sama. Kalau kedepannya, nanti mana yang terbaik dari yang menempati. Ini kan perumahan dinas, Kita tidak bisa membangun begitu saja. Berkaitan sarana prasarana wewwenang pemerintah dan yayasan. Karena payung kita 2, yaitu yayasan dan dinas,”ujarnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa ketua yayasan yang memiliki hak lahan mengambil keputusan bahwa kedepannya kemungkinan tidak dijadikan perumahan guru lagi. Tetapi karena ruang kelas kurang, akan diperuntukkan untuk ruang kelas.

Dirinya menyampaikan bahwa tindakan awal yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah mengidentifikasi berapa rumah terbakar, berapa jiwa yang ada. Kemudian langkah berikutnya apa yang diperlukan di awal.

“Kita tanya langsung kepada korban, Ada yang mengatakan sembako, pakaian, berkaitan untuk tidur. Mungkin seperti itu.Saya hanya mengimbau kepada Orang tua wali yang anaknya sekolah di sini bersama-sama meringankan membantu bapak ibu guru yang terkena musibah. Untuk sementara ini syukur alhamdulillah kita masih dapet keringanan tangan dari saudara kita yang prihatin. 1, 2 masih datang bawa pakaian layak pakai, air minum, uang tunai. Kebayakan langsung diserahkan ke pihak korban. Kalau sembako, pakaian layak pakai kita ada posko, jadi dia langsung ke situ nanti kita distribusikan kepada korban secara merata,”ujarnya.

Sementara itu kesaksian Guru SD Pembangunan V Yapis Waena, Suriati yang menjadi salah satu  korban kebakaran. Saat itu dirinya mengaku sedang berada di kamar kecil, kemudian ada yang berteriak di dapur belakang.

“Ternyata saat membuka pintu dapur belakang, sudah melihat pantulan api di seng rumah ibu Dwi terang sekali. Angin kan ke kiri terus. yang sumber titiknya diperkirakan dari rumah nomor 2, Pak Aziz punya rumah,”terangnya. Dirinya mengaku hanya membawa satu surat berharga saja yang bisa diselamatkan.

“Ibu keluar itu dengan baju saja. Saya tidak pakai kerudung. Iya memang kalau kejadian begitu kan harus cepat cepat. Saya hanya bawa raket nyamuk dan Surat, tapi manusianya selamat semua dalam rumah,”ungkapnya

“Taunya ada dengar kebakaran saja langsung saya keluar Buka pintu. Surat-surat yang saya ingat saya ambil sudah langsung keluar. Saat itu sedang belajar dengan keponakan buka buka materi,” kata salah satu korban bernama ibu Dwi.

Pihak sekolah sangat mengharapkan pemerintah kota dapat memberikan perhatian lebih atas insiden kebakaran yang menimpa para guru di sekolah Pembangunan V Yapis. “Hingga saat ini dari pemerintah maupun dinas pendidikan belum ada yang berkunjung ke sekolah pasca insiden,”ungkap Warni, Kepala Sekolah SD Pembangunan V Yapis Waena. (cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *