Masih Terdengar Bunyi Tembakan, Sugapa Seperti Kota Mati

Anggota TNI-Polri saat melakukan patroli di sekitar bandara Birogai, Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya, Senin (1/11). (Kapolres Intan Jaya)

*Warga Masih Mengamankan Diri di Gereja dan Pos TNI-Polri

JAYAPURA-Situasi di Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya dikabarkan lumpuh pasca kontak tembak yang menewaskan seorang anak kecil pada Selasa (26/10) lalu. Kontak senjata masih terjadi hingga Senin (1/11).

Seorang tokoh agama yang berada di Sugapa yang namanya enggan dikorankan menyampaikan, tak ada kios yang buka. Mama-mama Papua juga tak berjualan di pasar seperti biasanya apalagi beraktivitas di kebun. Yang ada hanya mobil-mobil aparat yang lalu-lalang di daerah tersebut melakukan patroli keamanan.

“Di sini (Sugapa-red), sunyi sekali seperti kota mati, warga tidak bisa jalan kemana-mana. Kios-kios memilih tutup. Aparat belum izinkan warga untuk beraktivitas. Semua pedagang dikumpulkan dan berlindung di Polres,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (1/11)

Dikatakan, sejak Mingu (31/10) malam hingga Senin (1/11) pagi masih terjadi kontak tembak antara TNI-Polri dan TPNPB. Bunyi tembakan terdengar dari arah Yokatapa, belakang kantor Bupati Intan Jaya dan di atas bandara Birogai.

“Masyarakat hingga saat ini masih mengamankan diri di kantor TNI-Polri dan gereja, Minggu (31/10) ada rumah yang dibakar. Tidak tahu rumahnya siapa,” terangnya.

Sementara itu sudah 4 hari Bandara Birogai tidak beroperasi, per senin (1/11) sekira pukul 14:00 WIT belum ada pesawat yang masuk di Birogai. Petugas bandara sendiri tinggal di Mapolres untuk mengamankan diri.

Dari laporan warga di Intan Jaya, penyebab kontak senjata antara TNI-Polri dan TPNPB bermula dari hilangnya seorang warga bernama Sem Kobogau sejak 5 Oktober lalu. Sem dikabarkan dibawa oleh oknum satuan TNI.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani menerangkan, anggota sudah melakukan pencarian kepada Sem Kobogau. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum juga ditemukan.

“Situasi Intan Jaya masih ada tembakan hingga Minggu malam, KKB menembak Kodim dan Koramil, tidak ada korban jiwa dalam kontak tembak tersebut,” ucap Faizal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Lanjut Kombes Faizal, untuk keamanan di Intan Jaya, telah ada penambahan pasukan sebanyak 1 SSK dari anggota Brimob Polda Papua dan  Satgas Nemangkawi. “Anggota sudah menguasi Sugapa termasuk menduduki bandara untuk melakukan pengamanan,” kata Faizal.

Sementara Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan menyampaikan, terkait dengan hilangnya Sem Kobogau pada 5 Oktober lalu, jajaran TNI-Polri sudah melakukan pemeriksaan terhadap personel TNI-Polri yang bertugas di Kabupten Intan Jaya.

Untuk situasi Intan Jaya, Kapolres Sandi Sultan menyebutkan pertanggal 1 November masih bisa dikendalikan. Ada beberapa titik yang masih terdapat gangguan Kamtibmas.

“Saya tidak bisa membiarkan gangguan ini terjadi di wilayah kerja saya secara berkepanjangan. Anggota sudah menutup semua pergerakan KKB yang akan masuk ke dalam kota Sugapa,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI dan unsur terkait terutama para tokoh yang ada di Intan Jaya untuk mengamankan masyarakat sipil. Selain itu, anggota juga mengamankan perkantoran dan objek vital yang ada di Intan Jaya.

“Dengan adanya komunikasi antara bupati, para tokoh dan kepala suku yang ada di Intan Jaya. Semoga bisa menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan untuk Intan Jaya. Harapan saya, Intan Jaya kembali kondusif, perekonomian segera pulih dan kegiatan masyarakat dan pemerintah berjalan dengan baik,” tambahnya.

Secara terpisah, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro menyampaiksan akan segera ke Intan Jaya untuk mengetahui kejadian yang ada di wilayah teritorialnya itu.

“Jika sudah ada penerbangan yang bisa menuju ke Intan Jaya, maka saya akan ke Intan Jaya. Hingga saat ini belum ada penerbangan ke sana dan bandara belum beroperasi,” ucap Danrem saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Terkait dengan hilangnya warga sipil Sem Kobogau, Danrem mengaku anggota TNI sedang melakukan upaya pencarian terhadap yang bersangkutan.

“TNI masih mencari namun belum dapat informasi keberadaan Sem Kobogau. Saya juga belum tahu pasti apakah dia dibawah anggota atau seperti apa. Saya mau ke Intan Jaya sekaligus mau mengecek masalah itu,” kata Danrem.

Ia berharap Intan Jaya segera kondusif sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *