Konflik Bersenjata Ciptakan Darurat Pendidikan

Nathan Pahabol (Dok/cepos)

JAYAPURA– Komisi V DPRP Papua Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat ikut prihatin terhadap pelaksanaan pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah konflik di Papua, terutama daerah-daerah yang saat ini terjadi konflik di Papua.

Sekretaris Komisi V DPRP Papua, Nathan Pahabol mengakui bahwa akibat konflik bersenjata yang terjadi antara TNI-POLRI dan TPN-OPM dibeberapa daerah seperti di Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Nduga dan beberapa daerah lainnya di Papua membuat saat ini terjadi darurat pendidikan di bumi cenderawasih.

“Kita bisa lihat saat ini, konflik bersenjata membuat anak-anak menjadi trauma, sekolah-sekolah di tutup, pelayanan kesehatan ditutup, ibadah-ibadah juga tidak berjalan. Hal ini tentu membuat trauma terhadap anak-anak di daerah konflik di Papua,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/11).

Nathan menyampaikan, konflik bersenjata ini menimbulkan trauma bagi anak-anak, apalagi setiap hari mereka mendengarkan kontak tembak antara pihak yang berkonflik. Oleh karena itu, hal ini perlu perhatian serius dari pemerintah setempat, terutama di daerah-daerah yang berkonflik.

“Perlu perhatian serius dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan konflik bersenjata di daerahnya masing-masing. Tak hanya itu, memberikan jaminan terhadap anak-anak untuk tetap bersekolah dan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini meminta kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua agar serius menyikapi permasalahan ini, sebab Papua saat ini sudah darurat keamanan, apalagi sampai menganggu pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Kita minta pemerintah perlu serius, sehingga tidak ada lagi konflik. Kami juga minta konflik bersenjata harus jauh dari daerah-daerah yang ada fasilitas sekolah dan pelayanan kesehatan,” pintanya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *