Improvisasi Solskjaer yang Tetap Dinyinyiri

Gelandang Tottenham Hotspur Giovani Lo Celso mendapat kawalan ketat dari dua bek Manchester United, Harry Maguire (kiri) dan Raphael Varane, dalam laga Premier League kemarin (31/10). (AFP)

JawaPos.com – Ole Gunnar Solskjaer berhasil melalui laga yang menentukan jabatannya sebagai tactician Manchester United. Menghadapi Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium kemarin (31/10), Solskjaer berhasil membawa United meraih kemenangan tiga gol tanpa balas.

Ada perubahan besar dalam strategi yang diusung Solskjaer dibandingkan ketika kalah telak 0-5 oleh Liverpool FC di Old Trafford dalam matchweek Premier League sebelumnya (24/10).

Tak lain ketidakbiasaan Solskjaer melakukan improvisasi skema main. Solskjaer yang biasanya menurunkan 4-2-3-1 mengubahnya menjadi skema tiga bek (3-4-1-2).

Bersama United sebelumnya, pelatih asal Norwegia itu hanya dua kali memainkan skema tiga bek di Premier League. Keduanya sama-sama tidak membuahkan kemenangan.

Karena itu, agak mengejutkan ketika Solskjaer berani melakukan gambling. Meski, tidak sedikit yang menyebut bahwa Solskjaer sejatinya mengusung skema tersebut seiring untuk mencari hasil aman ketimbang improvisasi taktik.

Sebab, ada ekstra bek tengah dengan Harry Maguire, Raphael Varane, dan Victor Lindelof menempati back three serta Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw yang mengapit mereka (wingback).

Bahkan, Manchester Evening News malah menyinyiri skema main pelatih 48 tahun itu. ”(Solskjaer) seperti membukakan jalan untuk Antonio Conte,” tulis Manchester Evening News dalam analisisnya.

Skema tiga bek memang identik dengan Conte. Pelatih asal Italia itu santer disebut sebagai kandidat pengganti Solskjaer. Skema yang sama membuat Conte mempersembahkan scudetto bagi Inter Milan musim lalu maupun kampiun Premier League untuk Chelsea pada 2016–2017.

Kepada Sky Sports, Solskjaer membeberkan perubahan sistem permainannya kemarin. ”Kami perlu mengontrol permainan dengan atau tanpa bola. Ketika dengan bola kami perlu untuk menggunakan seluruh lebar lapangan,” beber pelatih yang akhirnya meraih kemenangan pertama di Premier League dalam lima matchweek terakhir itu.

Meski secara hasil menang, skema back three membuat pemain wide attacker United seperti Mason Greenwood maupun Jadon Sancho tidak punya tempat.

Performa mereka memang turun, bahkan mantan kapten United Roy Keane menyebut Grenwood cenderung merugikan tim. Pandit sekaligus mantan kapten United Gary Neville menganggap skema tiga bek United telah mengubah kepercayaan diri barisan gelandang.

Bruno Fernandes, Fred, Scott McTominay, hingga Nemanja Matic yang turun sebagai pengganti dianggap Neville memainkan tugas mereka dengan benar.

Fernandes dan Matic, misalnya, sama-sama menyumbang assist. Sementara itu, Fred lebih mendapat kebebasan untuk membantu penyerangan.

”Saya melihat lagi umpan-umpan terobosan maupun tembakan-tembakan jarak jauh (dari gelandang, Red),” tutur Neville kepada Daily Mail.

Kepada MUTV, Lindelof juga mengaku lebih nyaman ketika berdiri sejajar dengan Maguire dan Rapha, sapaan akrab Raphael Varane.

”Kami bermain dengan lebih saling membantu satu sama lain, saling meng-cover, dan saya rasa itulah yang jadi bagian terpenting permainan kami malam ini (kemarin, Red),” beber bek timnas Swedia itu.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *