Giliran SMKN 1 Sentani Dipalang

Tampak pintu gerbang SMKN 1 Sentani yang ditutup setelah dipalang oleh masyarakat pemilik ulayat, Senin (1/11). (Robert Mboik Cepos)

*Pemkab Siap Fasilitasi ke Pemerintah Provinsi Papua*

SENTANI– Setelah sebelumnya SMPN 1 Sentani dipalang oleh pemilik ulayat karena pemerintah belum menyelesaikan ganti rugi atas lokasi sekolah tersebut, kini hal yng sama dialami SMKN 1 Sentani.

Akibat pemalangan itu, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah itu dihentikan karena siswa dan guru tidak bisa masuk ke dalam sekolah karena pintu gerbangnya digembok.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi sangat   menyayangkan kondisi tersebut, karena sangat berdampak terhadap kegiatan belajar di sekolah itu.

  “SMKN1 masih dipalang, saya juga sudah perintahkan pegawai untuk cek ke sana supaya bisa berdialog dengan pemilik ulayat,”ungkap Sekda Hanna Hikoyabi, Senin (1/11).

Dia mengatakan, kewenangan untuk menyelesaikan konflik persoalan tanah SMKN 1 Sentani itu sebenarnya berada di bawah Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Papua.  Karena saat ini, SMA/SMK sudah ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

“Secara tanggung jawab, penanganan masalah ini menjadi tugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Papua.  Karena SMA dan SMK ini sudah ditangani langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua,”ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya selaku Pemerintah Kabupaten Jayapura dan juga sekolah tersebut berada di wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mempunyai tanggung jawab untuk mencarikan solusi dan menjembatani apa yang menjadi akar persoalan sehingga berbuntut pada pemalangan sekolah itu.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Jayapura hanya memfasilitasi dan berusaha mencari solusi, kita akan fasilitasi ke Pemerintah Provinsi Papua, dalam hal ini dinas pendidikan untuk bisa mengambil langkah-langkah agar KBM bisa kembali dilaksanakan dengan aman dan lancar,”tambahnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *