Fans Fanatik Minta Evaluasi Management dan Pelatih Persipura

Para suporter fanatik Persipura berfoto bersama usai menggelar jumpa pers pada Minggu (31/10) melam (Ayu/Cepos)

JAYAPURA – Persipura saat ini dalam posisi yang kurang membaik daripada liga – liga sebelumnya. Menurut data hari ini, Persipura harus menelan pahitnya fakta yang dimana persipura sekarang pada peringkat 17 yang berarti sudah memasuki zona merah.

Sejarah akhirnya mencatat untuk pertama kalinya klub kebanggaan warga Papua ini menerima 4 kekalahan beruntun sejak era liga 1 Indonesia. Hal tersebut menandakan klub berlabel 4 bintang itu tidak sedang baik-baik saja. Persipura Jayapura tercatat telah melakoni 10 laga pertandingan, dengan rekor  7 kali kalah, 2 kali seri dan 1 kali menang pada lanjutan BRI Liga 1 2021.

Para fans fanatik Persipura Jayapura pun tidak tinggal diam. Mereka adalah, The Karaka’s PTFI, Black Danger Community (BDC) persipuramania dan Mount Hamadi melayangkan protes keras.

Ketua Karaka’s PTFI, Fredik Magai sebagai salah satu fans sejati Persipura mengatakan, tim kebanggaan masyarakat Papua saat ini berada disituasi yang tidak baik.

“Intinya managemen Persipura harus dirombak, pelatih juga harus dievaluasi dan kalau bisa seluruh managemen harus terbuka dan berbicara kepada seluruh fans Persipura, berbicara ke warga Papua,” tegas Fredik Magai saat jumpa pers di Jayapura, Minggu (31/10) malam.

Ia juga mengkritik didatangkannya para pemain asing dalam klub Persipura, yang menurutnya tidak berkontribusi dan tidak berkualitas.

“Banyak pemain asing tidak berkontribusi, tidak berkualitas, Persipura terpuruk. Untuk itu kita ingin mengatakan agar manajemen berbenah diri, mohon ini menjadi catatan yang penting,” ucap Fredik Magai.

Yudha Noya selaku Sekretaris The Karakas PTFI juga menambahkan bahwa perombakan manajemen harus dilakukan sekarang juga, dengan demikian Persipura Jayapura bisa Kembali bangkit dalam keterpurukan dan menjadi juara.

“Manager kalau bisa diganti, kami punya kandidat, kami ingin mendedikasikan bapak Frans Pigome sebagai manager Persipura Jayapura dan mengganti Bento Madubun. Kami menilai sangat jauh saat ini untuk Persipura meraih bintang lima,” jelas Yudha Noya.

Sedangkan Admin Black Danger Community (BDC) Persipuramania John Ungirwalu dengan tegas mengungkapkan situasi Persipura saat ini sangat buruk, beda sekali dengan liga-liga sebelumnya dan hal tersebut harus segera diatasi. Ia juga menyinggung didepaknya Boaz Solossa dan Yustinus Pae, menurutnya perlu ada rekonsiliasi antara manajemen dan kedua legenda itu.

“Menurut saya manajemen harus bangun Kembali komunikasi dengan Boaz dan Tipa, memang mereka sekarang sudah berada di tim lain, tetapi mungkin saat dikeluarkan ada sesuatu yang belum selesai, mungkin itu berpengaruh pada anak-anak persipura saat ini.” Ungkap John Ungirwalu selaku Admin BDC.

Mendengar pernyataan tersebut, MF Irawan sebagai mantan Ketua Persipura  Mania tahun 2005 sampai 2016 sekaligus sebagai penasehat Persipura Mania merasa terpanggil untuk ikut serta menyuarakan pendapatnya untuk tim kebanggaannya itu. Ia menyarankan agar manajemen segera mengevaluasi pemain dan mengevaluasi secara keseluruhan dalam tubuh manajemen sendiri karena menurutnya ada sesuatu yang salah dari manajemen Persipura Jayapura saat ini.

“Kami hanya ingin tahu apa yang terjadi di dalam manajemen, apa yang terjadi di pemain. Kita juga belum melihat statement khusus dengan keadaan Persipura, jujur kami kecewa dengan hasil ini, jadi dimohon mungkin kedepannya ada keterbukaan,” jelas MF Irawan. (cr – 265/gin])

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *