1.062 Personel Gabungan Amankan Peparnas

Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Rudi Eko Sudiarto saat memimpin apel gelar pasukan Ops Hawa Cartenz dalam rangka XVI 2021 pengamanan Peparnas di Lapangan SPN Polda Papua, Senin (1/11). (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Di bawah guyuran hujan, sebanyak 1.062 personel gabungan yang dipimpin langsung Wakapolda Papua, Brigjen Pol Rudi Eko Sudiarto mengikuti apel gelar pasukan Ops Hawa Cartenz dalam rangka XVI 2021  pengamanan Peparnas di Lapangan SPN Polda Papua, Senin (1/11).

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan penyelenggaraan pengamanan Peparnas XVI. Terutama terkait kelengkapan peralatan, sarana prasarana dan kesiapan institusi lain yang terlibat, sebelum melaksanakan tugas di lapangan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, operasi sendiri mulai dilakukan sejak (2/11). Namun, untuk pertandingan dimulai 4 November yang bakal digelar di Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Anggota akan diploting sesuai kebutuhan masing-masing venue, demi keamanan jalannya Peparnas,” kata Kamal.

Dikatakan, melalui apel pengecekan ini diharapkan rencana operasi yang telah disiapkan dengan matang dan cepat, dapat dilaksanakan secara baik dan mampu menjaga sinergitas seluruh stakeholder sebagai penyelenggara Operasi Hawa Cartenz 2021 dalam rangka pengamanan Peparnas XVI Tahun 2021.

Kamal berharap, Peparnas bisa berjalan dengan sukses layaknya pengamanan saat PON XX Tahun 2021, tetap memperhatikan protokol kesehatan serta tidak adanya gangguan Kamtibmas.

“Kita berharap para atlet, dan masyarakat dapat mengikuti jalannya pertandingan secara aman, tertib dan nyaman,”harapnya.

Menurut Kamal, penyelenggaraan Peparnas XVI tahun 2021 ini bagi warga Papua mempunyai perbedaan yang khas. Karena bukan hanya sebagai penyelenggara pesta olahraga tapi pelaksanaan Peparnas kali ini merupakan pelaksanaan Peparnas pertama kali yang dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Papua.

Dijelaskan, pelaksanaan Peparnas XVI tahun 2021 akan diikuti sekitar 1.985 atlet penyandang difabelitas, 740 ofisial dari 33 provinsi serta 12 cabor, diharapkan dalam pelaksanaannya harus bersikap ramah dan santun kepada para atlet tersebut, karena membutuhkan penanganan khusus dan berbeda dengan atlet PON sebelumnya.

“Salah satu permasalahan yang akan timbul yaitu Kamseltibcar Lantas yang harus kita atasi, karena adanya peningkatan volume arus lalulintas kendaraan yang akan digunakan oleh para atlet dan Kontingen Peparnas yang akan berdata,” kata Kamal.

Adapun operasi digelar dengan melibatkan kekuatan sebanyak 1.062 orang. Terdiri dari 844 anggota Polri, 176 anggotaTNI dan mitra 42 personel yang akan terselenggarakan di beberapa tempat. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *