Siapkan Paralegal Mahasiswa yang Berikan Bantuan Hukum Cuma-Cuma

Direktur LBH Papua dan Papua Barat, Emanuel Gobay, SH.,MH, saat memberikan materi disela-sela kegiatan Paralegal Mahasiswa Save Korban Isu Covid-19 di Papua yang berlangsung di Aula Balai Poltekkes Jayapura, Sabtu (30/10). (LBH For Cepos)

JAYAPURA– Dengan melihat tingginya persoalan pelanggaran Hukum dan HAM dimasa pandemi Covid-19 yang menimpa Masyarakat di Papua sebagaimana terlihat melalui pengaduan masyarakat ke LBH Papua serta melihat keluhan Masyarakat Papua di media sosial (medsos), sehingga LBH Papua berkesimpulan untuk melakukan Kegiatan Sekolah Paralegal Mahasiswa.

“Kegiatan ini dengan maksud untuk menyiapkan paralegal mahasiswa Papua yang siap berikan bantuan hukum cuma-cuma kepada masyarakat umum yang mencari keadilan atas pelanggaran Hukum dan HAM yang dialami di masa Pandemi Covid-19 di Papua,” ungkap Direktur LBH Papua dan Papua Barat, Emanuel Gobay, SH.,MH melalui pesan tertulis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (31/10) kemarin.

Emanuel menjelaskan, dengan berdasarkan pada pandangan di atas sehingga LBH Papua mengemas kegiatan Sekolah Paralegal kali ini dengan nama Sekolah Paralegal Mahasiswa Save Korban Isu Covid-19 dii Papua.

Emanuel membeberkan bahwa dalam kegiatan Sekolah Paralega Mahasiswa Papua Save Korban Isu Covid-19 di Papua diberikan 11 Mata Pelajaran yang berkaitan dengan Teori Hukum dan HAM serta Kebijakan hingga Etika Paralegal yang seluruh mata pelajarannya diberikan oleh staf pemberi bantuanhHukum LBH Papua.

“Peserta Sekolah Paralegal Mahasiswa diambil dari beberapa Organisasi Mahasiswa baik Eksternal dan internal kampus hingga Ikatan mahasiswa daerah sebaganyak 30 orang perwakilan dari masing-masing organisasi Mahasiswa yang berada di Jayapura,” bebernya.

“Semoga melalui Kegiatan Sekolah Paralegal Mahasiswa Save Korban Isu Covid-19  dapat melahirkan calon Paralegal Mahasiswa Papua yang siap memberikan Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma kepada Masyarakat Miskin, Marjinal dan Buta Hukum di Papua yang jadi Korban Isu Covid-19 di Papua,” ujar Emanuel. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.