Hari Sumpah Pemuda Diwarnai Berbagai Kegiatan

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd saat meninjau sejumlah stand pameran yang mewarnai Hari Sumpah Pemuda ke-93, di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Kamis (28/10). (Fiktor/Cepos)

BIAK-Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Kabupaten Biak Numfor dipusatkan di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Kamis (28/10). Selain upacara peringatan, juga dilakukan pameran UMKM, tampilan seni kreasi dan hiburan rakyat. Tak hanya itu, juga digelar temu pemuda Saereri dan sejumlah kegiatan lainnya, termasuk pernyataan soliditas pemuda Saereri dari empat kabupaten (Biak Numfor, Yapen, Waropen dan Supiori.

  Di puncak peringatan yang dilakukan dalam bentuk upacara, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd menjadi Pembina Upacara. Di hari Sumpah Pemuda, di Biak Numfor, Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar juga ikut hadir, termasuk dari perwakilan Kabupaten Supiori dan Waropen. Kehadirian mereka terkait dengan peryataan sikap Soliditas Pemuda Saereri menyatakan dukungannya terhadap upaya pembentukan Provinsi Saereri.

  Bupati saat bertindak sebagai inspektur upacara menyatakan bahwa ia adalah juga merupakan perwakilan generasi muda milenial ke bawah yang siap memberikan kesempatan dan mendorong bagi generasi muda untuk terus berkreasi, beronovasi dan menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam menatap hari esok yang lebih baik.

      “Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan yang mumpuni, serta harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam berbagai kancah,” ungkap Bupati Herry.

  Setelah upacara, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama dengan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) yang ada di empat kabupaten di Wilayah Adat Saereri menggelar deklarasi Soliditas Pemuda pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Saereri, di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Kamis (28/10).

   Ada lima poin disampaikan dalam naskah deklarasi yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-93. Pertama, Pemuda dan Pemudi Wilayah Adat Saereri menyatakan diri untuk bersatu dalam bahasa, bersatu dalam bangsa yaitu bahasa dan bangsa Indonesia. Kedua, kami pemuda dan pemudi wilayah adat Saereri menjunjung tinggi soliditas pemuda untuk membangun dan mengembangkan wilayah Adat Saereri sebagai basis Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua.

  Poin ketiga, kami pemuda dan pemudi wilayah adat Saereri mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan Asosiasi Bupati se-wilayah Adat Saereri untuk membentuk satu Daerah Otonom Baru (DOB), yaitu Provinsi Saereri sesuai dengan amanat UU Nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas UU Nomor tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua.

  Lalu poin keempat, untuk mewujudkan poin 1, 2 dan 3 diatas maka secara resmi kami mendeklarasikan berdirinya Soliditas Pemuda pembentukan DOB Provinsi Saereri. Dan poin terakhir (kelima); untuk memperlancar operasional kerja tim maka dipandang penting mendapat dukungan dari asosiasi Bupati Saereri.

    “Deklarasi ini kami lakukan setelah melakukan temu soliditas pemuda se-wilayah adat Saereri, dimana dalam pertemuan itu kami menilai bahwa untuk mengoptimalkan pengelolaan SDA dan pengembangan SDM, termasuk pertimbangan percepatan dan pemerataan pembangunan di wilayah Saereri, maka kami menilai perlu dibentuk satu DOB, yakni Provinsi Saereri, untuk itu maka deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama dilakukan,” kata Ketua KNPI Kabupaten Biak Numfor Jimmy Krobo.

  Sementara itu Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap dan Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar menilai bahwa apa yang dideklarasikan pemuda di wilayah Adat Saereri dengan meminta pembentukan satu provinsi baru sangat tepat dan sejalan dengan pemikiran Asosiasi Bupati Wilayah Adat Saereri.

   “Apa yang dideklarasikan kawan-kawan pemuda ini merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat pembangunan, termasuk pemerataan pembangunan, optimalisasi pemanfaatan SDA dan peningkatan serta pengembangan kualitas SDM. Untuk itu, dukungan dari pemuda secara tertulis akan dilanjutkan ke pemerintah pusat, termasuk ke DPR RI,” ujar Bupati.

   Sementara Bupati Kepulauan Yapen Tony Tesar menilai bahwa deklarasi dan dukungan dari pemuda wilayah Saereri akan memotivasi Pemda  untuk terus memperjuangkan terbentuknya DOB, seperti yang telah diperjuangkan teman-teman di wilayah adat di Papua. “Ini penting dilakukan di wilayah adat Saereri, karena masing-masing wilayah adat di Papua dan wilayah lainnya juga telah melakukan hal yang sama, kalau tidak dilakukan maka wilayah Saereri akan ikut di wilayah adat lainnya nanti,” tambah Tony Tesar.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *