Diaspora Muda di Qatar Inginkan Indonesia sebagai Rumah Bersama

Dr. Anto Mohsin memimpin diskusi Temu Pemuda dan Remaja Indonesia di Qatar "Melihat Indonesia Raya" (Dok. KBRI Doha)

MEMPERINGATI Hari Sumpah Pemuda ke-93, KBRI Doha menggagas acara Temu Pemuda dan Remaja Indonesia di Qatar. Acara yang diadakan pada tanggal 28 Oktober 2021 tersebut mengundang wakil-wakil pemuda dan remaja Indonesia di Qatar dari berbagai latar belakang seperti pelajar, mahasiswa, pegiat seni, atlit dan pengusaha muda.

Duta Besar RI untuk negara Qatar, Ridwan Hassan menyampaikan bahwa acara ini digagas untuk menunjukan bahwa mencintai Indonesia dapat dilakukan oleh siapapun dan dari belahan dunia manapun. “Menjadi diaspora bukan berarti menjadi kurang nasionalis. Sebaliknya dengan menjadi diaspora kita memiliki privilege untuk berbakti lebih besar lagi kepada tanah air”, tutur Dubes Ridwan Hassan dalam pembukaannya, Jumat (29/10).

Dalam acara yang digelar menggunakan Bahasa Inggris tersebut, sebagian besar Diaspora Muda Indonesia di Qatar hanya menguasai Bahasa Indonesia secara pasif. Dr. Anto Mohsin, akademisi Indonesia di Northwestern University in Qatar memulai dengan pertanyaan apa arti Indonesia dan bagaimana diaspora muda dapat berkontribusi untuk Indonesia. Dari pertanyaan ini kemudian para peserta berdiskusi berbagai topik dari soal kepemimpinan pemuda, kesetaraan gender, akses pendidikan dan kesehatan, pembangunan berwawasan lingkungan, sampai soal olahraga.

“Indonesia bagi saya bukan hanya sekedar kolom dalam paspor. Lebih dari itu, Indonesia adalah tempat di mana jiwa dan hati saya berada” tutur Izhar Fadhlurrasyad, pelajar Indonesia di Qatar International School (QIS). Sejalan dengan Izhar, bagi Kayana Elmaadi, yang sudah sejak kecil tinggal di Qatar, Indonesia adalah rumah sekaligus identitas. Hal itu juga yang membuat dia bersama teman-temannya kemudaian menginiasi berdirinya AnakQatar, sebuah organisasi remaja Indonesia di Qatar yang aktif mempromosikan kuliner, fashion, tari dan pop culture Indonesia di Qatar.

Sementara bagi Fahri Agri, pemain sepakbola Indonesia di salah satu klub di Qatar, baginya Indonesia adalah negeri dengan potensi yang luar biasa, termasuk di bidang olahraga. “Saya berharap Indonesia dapat masuk Piala Dunia atau menjadi Tuan Rumah Piala Dunia” tutur Fahri, yang pernah memperkuat Persija di tahun 2019 sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Qatar.

Di atas semuanya, para remaja dan pemuda Indonesia di Qatar itu sepakat bahwa Indonesia harus menjadi rumah bersama bagi semua golongan. “Sumpah Pemuda memberi pesan jelas tentang keharusan kita menghormati keberagaman. Sejarah Sumpah Pemuda membuktikan itu” tutup Hendriyadi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Qatar (PPIQ) saat membacakan rekomendasi diskusi.(jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *