Bansos Tak Bisa Hilangkan Kemiskinan Ekstrem

Wabup Marthin Yogobi, SH, MHum (Denny/ Cepos)

WAMENA-Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum mengungkapkan bahwa program pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Jayawijaya difokuskan di 5 distrik, yakni Distrik Wesaput, Wouma, Usilimo, Bolakme  dan Asologaima. Menurut Wabup, Bantuan Sosial yang diberikan untuk program ini, tidak serta merta langsung menghilangkan angka kemiskinan.

   “Kita sudah siapkan timnya dan juga sudah menyamakan data untuk segera menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di 5 Distrik itu sesuai arahan dari pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan Ekstrem itu,”ungkapnya sabtu (30/10) kemarin.

  Diakui program pengentasan kemiskinan ini memang lebih kepada bantuan sosial dan tidak melalui program. Oleh karena itu, kemiskinan ekstrem ini tidak bisa berakhir begitu saja usai bantuan sosial itu diberikan. Ini yang harus diperhatikan, sebab masalah ini muncul dari masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

  “Jadi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim ini sebenarnya kebutuhan mendasarnya yang perlu diperhatikan, karena dengan bantuan sosial yang diberikan langsung tidak bisa serta merta kemiskinan ekstrem berakhir begitu saja,” kata Marthin Yogobi.

  Menurutnya bantuan sosial yang diturunkan mungkin akan dapat mengubah hidup dari masyarakat yang tergolong miskin Ekstrim itu hanya beberapa waktu kedepan. Setelah bantuan itu habis digunakan maka kehidupannya akan kembali seperti semula lagi, beda dengan pemenuhan kebutuhan mendasar dalam masyarakat.

  “Kita dari pemerintah daerah hanya mengikuti apa yang diminta oleh pemerintah pusat untuk melakukan pengentasan kemiskinan ekstrem ini dengan mengucurkan bantuan sosial ke masyarakat yang ada di 5 Distrik dan 25 Kampung.”jelasnya

  Lanjut Mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya ini, sebenarnya bantuan sosial yang dikucurkan oleh pemerintah pusat selama ini sudah berjalan lama seperti PKH, bantuan Pangan Non Tunai, dan beberapa jenis lain, sebenarnya tidak banyak membantu. Sebab bukan kebutuhan mendasarnya yang dipenuhi.

   “Masalah ini berkaitan dengan kebutuhan dasar, sehingga pemerintah terus membangun dukungan kepada masyarakat untuk terus mengembangkan sektor perkebunan agar bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti Sandang dan Pangan,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *