Hendak Berangkat Latsar, Dua CASN Nyaris Dibegal

AKBP. Muh Safei . A.B, SE (Denny/ Cepos )

WAMENA-Dua orang CASN yang sedang mengikuti pelatihan dasar (Latsar), bernama Herli Mualit dan Ida Lokobal dikabarkan mengalami kecelakaan usai dikejar dua orang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor. Pelaku yang membawa sebilah parang mencoba untuk melakukan aksi begal kepada kedua korban yang sedang dalam perjalanan menuju ke tempat pelaksanaan Latsar di ruas jalan Distrik Wouma, Jumat (29/10) subuh sekira pukul 04.30 WIT.
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, subuh kemarin kedua korban berboncengan dengan menggunakan 1 unit sepeda motor dari arah Kurima hendak menuju ke Jl.Hom-Hom dan Jl.Trikora Kota Wamena untuk melaksanakan Latsar Prajabatan CPNS Kabupaten Jayawijaya. Sekira pukul 04.30 WIT, korban melintas di sekitar jalan poros kurima-Walesi-Jembatan Woma, melihat ada 1 unit motor dengan dua orang laki-laki yang melintas dari arah berlawanan tanpa menggunakan lampu depan kendaraan sambil membawa sajam.
Melihat aksi dari kedua pelaku yang mencurigakan tersebut, korban Helry Mulait yang dibonceng langsung menyuruh korban Ida Lokobal yang mengemudi motor memacu kecepatan motor. Kemudian kedua pelaku memutarbalik kendaraan dan mengejar kedua korban dengan menyeret sajam jenis parang tersebut di aspal.
Saat kedua korban hampir melintas jalan di depan Pos Brimob sebelum jembatan Pasar Woma, kedua korban terjatuh di aspal, karena pengendar motor tidak mampu mengendalikan kecepatan motor akibat dikejar oleh para pelaku. Saat terjatuh didepan pos Brimob tersebut korban langsung ditolong oleh personel Brimob yang sedang berjaga, sedangkan kedua pelaku memutarbalik kendaraan dan melarikan diri.
Kedua korban dibawa ke IGD RSUD Wamena dibantu oleh personel brimob dan mendapatkan perawatan medis serta kedua korban tidak mendapat luka serius, sehingga pihak keluarga korban juga sudah tiba di IGD RSUD Wamena.
Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei A.B , SE membenarkan adanya percobaan Begal yang mengakibatkan korban mengalami kecelakaan. Keluarga korban meminta agar waktu pelaksanaan Latsar Prajabatan CPNS yang dianggap terlalu subuh/dini hari, yang mengakibatkan korban yang jauh dari kota harus lebih pagi lagi berangkat menuju ke tempat Latsar dalam kondisi sedang menyusui anak bayi.
“Benar ada percobaan begal yang membuat korban kecelakaan saat hendak pergi mengikuti Latsar dinihari, dan pihak keluarga mempertanyakan, pihak mana yang akan memberikan jaminan keselamatan dan keamanan kepada para peserta Latsar CPNS khususnya kepada keluarganya yang sudah menjadi korban.”ungkapnya Jumat (29/10 Kemarin.
Atas kejadian ini, pihak Panitia dari Kantor BKD diharapkan dapat mengevaluasi waktu pelaksanaan Latsar CASN agar pesertanya juga bisa menghindari hal -hal yang tidak diinginkan. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *