Arus Pendek Hanguskan Lima Unit Rumah Guru

Kombes Pol. Gustav R. Urbinas

JAYAPURA- Dua hari setelah kebakaran di Entrop, kejadian kabakaran berlanjut di kompleks perumahan guru Pembangunan V Yapis Waena Distrk Heram Kamis (28/10) malam lalu.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas menerangkan, kebakaran Kamis (28/10) malam di perumahan guru Pembangunan V Yapis Waena Distrik Heram menghanguskan lima unit rumah.
Adapun asal mula api diduga akibat arus pendek (korsleting listrik) yang terjadi di rumah Abdul Azis H. Sagala. “Menurut keterangan saksi di TKP, kebakaran terjadi akibat arus pendek yang terjadi di atas plafon kamar milik Abdul Azis,” kata Kapolresta.
Lanjutnya, api langsung membesar dan merambat ke empat rumah lainnya yang bersebelahan dengan asal api. Dimana keempat rumah lainnya yakni milik Ibu Adiyar Muhammad, Ibu Dwi Lambat Iriani, Musa Karim dan Sahidin.
“Api baru berhasil dipadamkan setelah empat mobil pemadam kebakaran dan mobil suplai dikerahkan untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” kata Kapolresta.
Sementara itu salah satu pegiat sosial Gunawan mengatakan kawasan padat penduduk termasuk minimnya akses dan kondisi sarana prasarana yang masih begitu-begitu saja ditambah fasilitas hydrant yang tidak semua bisa digunakan memperburuk kondisi saat kebakaran.
“Harusnya sudah dari kemarin-kemarin sarana pemadam kebakaran kita ini dibenahi, saya pikir akan sulit jika kita masih tetap begitu – begitu saja. Ingat laju pertumbuhan penduduk terus naik dan tak bisa terbendung dan sejalan dengan itu rumah di kawasan pemukiman juga akan bertambah dan semakin padat,” beber Gunawan, satu pegiat sosial di Jayapura, Jumat (29/10) kemarin.
Gunawan melihat selama ini saat terjadi musibah kebakaran sangat sedikit lokasi terdampak yang bisa diselamatkan. Kebanyakan api berhasil dipadamkan namun harta benda juga ludes dan menyisakan baju dibadan.
Gunawan kembali menekankan bahwa tidak bisa ditawar lagi bahwa unit Damkar sudah harus dibenahi. Kekuatan armada, kecanggihan dan fungsi yang mumpuni harus sudah bisa dijawab. “Saya pikir ada banyak kejadian yang menjadi pembelajaran berharga. Lihat saja untuk 1 distrik bisa 15 kali kebakaran, jika itu sebuah kantor yang berkitan dengan dokumen penting daerah seperti yang pernah terbakar di Buper dulu tentu sangat merugi jadi sekali lagi ini sudah harus dibuat lebih canggih, jangan hanya datang dan semprot tapi paling tidak ad acara lain yang lebih simple,” imbuhnya.
Pria berkacamata ini menyebut bahwa jika di negara – negara maju, unit Damkar yang beroperasi tidak lagi melulu harus air melainkan sudah menggunakan serbuk berbentuk bulat yang bisa menutup rongga udara hingga api tidak bisa menyala. Serbuk tersebut juga bisa ditembakkan ke titik yang sulit terjangkau sehingga ketika panjang selang terbatas maka serbuk ini bisa sangat membantu. “Termasuk kecanggihannya, tidak perlu banyak orang menarik narik selang tetapi cukup dengan teknologi semisal robot yang digerakkan untuk masuk ke titik api. Kesannya kita selama ini jadul sekali, masih manual dan begitu – begitu saja,” imbuh Gunawan. (fia/ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *