Sumpah Pemuda Diwarnai Penanaman Pohon Noken di Gunung Cycloop

Sejumlah pemuda yang tergabung dari berbagai stakholder di Kabupaten Jayapura melaksanakan penanaman pohon dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Puluhan pemuda bersama warga di Sentani merayakan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10), dengan cara melalukan penanaman pohon di kawasan Kaki Gunung Cycloop.
“Kami memulai gerakan menanam pohon di Kawasan Gunung Cycloop tepatnya di Wisata Alam Hiroshi Papua Hinekombe Sentani . Kawasan ini merupakan secuil dari puluhan hektar Kawasan Gunung Cycloop yang memegang peran strategis sebagai kawasan penyangga,”ungkap Surya Eka, yang mengikuti program penanaman pohon penghijuan itu.
Wilayah Gunung Cycloop ini juga memasok air bagi wilayah Jayapura dan Sentani, membantu mencegah bencana tanah longsor skala besar.
Dikatakan, adapun pohon yang ditanam dalam program itu adalah pohon bahan baku pembuat noken. Dipilihnya pohon bahan baku noken yakni klewha (mahkota dewa) adalah upaya pemuda dan didukung oleh PT Angkasa Pura I Bandara Sentani untuk peningkatan kapasitas dalam mengelola dan menjaga sumber daya hutan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat lokal selain pencegah bencana dan lokasi cadangan karbon yang sangat besar.
Diharapkan dengan adanya penanaman pohon bahan baku noken dapat menjadikan sumber daya hutan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat lokal yang selama ini mencari bahan baku noken yang tumbuh alami di hutan kawasan Gunung Cycloop.
“Sekarang ini yang sering terlihat adalah noken berbahan benang nilon buatan pabrik. Sangat dikhawatirkan nilon buatan pabrik ini nantinya bakal menggusur noken berbahan tradisional. Noken berbahan kulit kayu harus dilestarikan supaya tidak terkikis oleh tas modern, “tandasnya.
Selain program penanaman pohon bahan baku noken, pada 4 November 2021 nanti akan diadakan pelatihan kerajinan noken bagi pemuda untuk mengenalkan proses pembuatan noken atau tas yang dianyam dengan berbahan dasar kulit kayu pohon. Ini perlu dilestarikan karena sudah menjadi warisan budaya dunia dan merupakan identitas dari Papua. Sehingga kebiasaan turun-temurun inilah yang menjadi alasan utama agar noken kulit kayu tersebut dapat dilestarikan, supaya tidak tergusur oleh hadirnya noken hasil anyaman nilon modern seperti yang sudah beredar di pasaran saat ini.
Diharapkan dengan adanya Program (TJSL) PT Angkasa Pura I Bandara Sentani bertema “Penanaman Pohon dan Pelatihan Kerajinan Noken Papua” dapat melestarikan warisan budaya noken yang dimana UNESCO telah resmi menetapkan noken Papua sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 4 Desember 2012 dan memasukkannya dalam kategori In Need of Urgent Safeguarding. Yang diartikan, noken masuk dalam kategori itu lantaran dianggap sebagai warisan budaya yang membutuhkan perlindungan mendesak, dan dikatakan bahwa jumlah orang yang membuat dan menggunakan noken berkurang karena menghadapi persaingan dari tas buatan pabrik, juga masalah dalam memperoleh bahan baku.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *