Pemuda Puncak Jaya Harus Jadi Penggerak Masyarakat

Tiga orang pemuda/pemudi Paskibra Puncak Jaya saat mengibarkan sang merah putih pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Lapangan Alun-alun Pagaleme Kota Baru, Kamis (28/10). (Humas Puncak Jaya)

*Gelar Upacara Sumpah Pemuda ke-93, Bupati Yuni Wonda Ungkap Prestasi Pemuda Puncak Jaya

MULIA- Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 digelar Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya bersama jajaran Forkopimda dengan tema “Hari Sumpah Pemuda Untuk Bersatu, Bangkit dan Tumbuh”.
Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., MM., bertindak selaku pembina upacara memimpin upacara pengibaran bendera merah putih yang berpusat di Lapangan Alun-alun Pagaleme Kota Baru, Kamis (28/10).
Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Zakaria Telenggen bersama sejumlah anggota dewan, Kapolres Kompol Ridwan, SH MH bersama Dandim 1714/PJ yang diwakili Pasi Ops Kapt. Inf Daniel Sine, Sekda Tumiran, S.Sos, M.AP didampingi Ketua DWP Hj. Manikem bersama pejabat eselon II dan III serta perwira TNI-Polri. Hadir pula pimpinan instansi vertikal, kepala Bank Papua, para pimpinan denominasi gereja dan masjid serta Ketua Ikatan keluarga Nusantara lengkap dengan pakaian adatnya.
Peringatan kali ini merupakan upacara Sumpah Pemuda pertama kalinya di Puncak Jaya yang diprakarsai oleh KNPI dan organisasi pemuda, di antaranya Pemuda Pancasila, KONI, Forum Pemuda Peduli Puncak Jaya (FPPJ) dan Perempuan Peduli Pembangunan serta Satgas Amanah bahkan siswa sekolah Alkitab.
Dalam sambutannya, Bupati Yuni Wonda menyampaikan, peringatan hari Sumpah Pemuda kali ini, sengaja memberikan ruang dan panggung untuk adik-adik pemuda membuktikan diri.
“Terbukti hari ini dalam peringatan Sumpah Pemuda untuk pertama kalinya setelah sekian lama digelar terbuka di lapangan alun-alun yang seluruh panitia, petugas adalah dari pemuda. Baik itu KNPI, KONI, Pemuda Pancasila dan sebagainya ikut terlibat” ucap Bupati Yuni Wonda.
Bupati Yuni Wonda mengungkapkan, dalam kepemimpinan yang telah memasuki empat tahun, urusan pembinaan kepemudaan dan organisasi masyarakat adalah menjadi bagian dari prioritas dalam masa kepemimpinannya melalui visi misi Amanah melakukan pendekatan pembinaan organisasi.
Terbukti sejak masa kepemimpinannya sudah sembilan organisasi pemuda dan masyarakat telah dilantiknya. Dirinya berharap organisasi dapat menjadi wadah untuk bersosialisasi bagi kaum muda.
“Kehadiran organisasi pemuda, organisasi perempuan serta organisasi masyarakat yang telah dilantik dan bina sebanyak 9 Ormas adalah wujud keberpihakan pemerintah kepada pembinaan pemuda khususnya putra-putri asli Papua dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Kehadiran ormas yang saya bentuk diharapkan menjadi wadah berorganisasi dan melatih kepemimpinan generasi muda dalam berinteraksi dan bersosialisasi bersama” ujarnya.
Bupati Yuni Wonda berharap pemuda menjadi ujung tombak estafet bangsa. “Para Pemuda Puncak Jaya harus proaktif menjadi penggerak masyarakat dalam berbagai aspek dan kehidupan bermasyarakat. Pemuda Puncak Jaya harus bisa menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan bakti sosial, kepedulian, kegiatan solidaritas, pengembangan dan pelestarian budaya Lani. Sharing keahlian, dan pengetahuan, pertunjukan seni maupun kegiatan pemuda gerejawi. Kita harus menjadi pelaku dan bukan penonton di negeri sendiri, harus menjadi contoh bukan peniru,” tegasnya.
Diakuinya, pemuda merupakan warisan yang dimiliki oleh negara dan bangsa yang merupakan tulang punggung bangsa. “Adapun pelaksanaan upacara kali ini kami melaksanakan menggunakan pakaian adat istiadat yang berbeda dari berbagai macam suku dan ras, namun tetap berada dalam ikatan bendera merah putih,” ucapnya.
Bupati menambahkan bahwa dalam pagelaran PON XX Papua kemarin, pihaknya patut berbangga karena salah satu putra Puncak Jaya ikut mengharumkan nama Papua dengan menyabet medali emas cabang olahraga sepakbola. Selain itu dirinya menyebutkan contoh lain generasi muda Puncak Jaya yang sukses menjadi pilot sipil seperti Lenius Wonda.
“Generasi Puncak Jaya harus akrab dengan organisasi. Untuk melatih jiwa kepemimpinan harus jadi pelaku dan pemain bukan jadi penonton dan peniru apalagi menjadi biang kerok dalam hal negatif/kriminal,” tutupnya.
Dalam pelaksanaan upacara, seluruh peserta sangat antusias dan khidmat mengikuti pengibaran sang merah putih oleh Paskibra Puncak Jaya. Upacara yang berjalan dengan aturan sipil itu tetap menerapkan protokol kesahatan memakai masker dan jaga jarak.
Ada hal yang unik dalam pembacaan Deklarasi Pemuda, Sumpah Pemuda dan teks Pembukaan UUD 1945. Hal berbeda adalah, ketiga pembaca ikut diiringi oleh rombongan warga nusantara yang berpakaian adat dari suku nusantara.
Mereka berasal dari pemuda Forum Nusantara yang berdomisili di Puncak Jaya di antaranya suku Batak, Bugis Makassar, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Timor, Maluku, pesisir Papua dan Padang di bawah naungan merah putih yang berkibar.
Kehadiran mereka di ‘kacamata’ Bupati Yuni Wonda merupakan warna tersendiri bahwa Puncak Jaya yang adalah honai (rumah) yang nyaman untuk segala warna, suku, agama, ras dan adat istiadat bersatu padu, tumbuh, dan bangkit bersama membangun Puncak Jaya.
Dari Puncak Jaya, Kota dingin Puncak Jaya, Bupati Yuni Wonda menyampaikan pesan damai dan mengajak pemuda Papua khususnya Puncak Jaya bangkit meraih impian dan belajar terus menjadi teladan dalam persaingan yang makin ketat. (Humas/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *