Kondisi Pantai Ciberi Makin Memprihatinkan

Salah satu pengunjung lokasi Pantai Ciberi yang menyaksikan langsung rusaknya kondisi pantai, Kamis (28/10). Meski menarik namun dampak abrasi mengancam posisi pantai saat ini. ((Gamel Cepos))

JAYAPURA – Meski sempat menjadi satu lokasi yang ramai dikunjungi orang, lokasi Pantai Ciberi – Hamadi ternyata makin memprihatinkan. Lokasi ini awal tahun lalu bahkan pada pertengahan tahun masih digunakan untuk beberapa event wisata. Hanya saja dampak dari naiknya permukaan air laut terjadilah proses abrasi. Pinggiran pantai yang dulunya berdiri banyak pondok – pondok wisata maupun kios kini tak ada satupun yang berdiri. Semua tergerus oleh abrasi.
Bahkan pohon – pohon kasuari berukuran besar juga harus tumbang sehingga membuat warga memilih untuk menebang agar tidak membahayakan jika satu waktu roboh. Belum ada data pasti berapa jarak pantai yang terkikis abrasi namun terlihat jelas bahwa untuk posisi kios ini ada 1 meter lebih abrasi mengikis bibir pantai sedangkan bagian ujung pantai terlihat pohon paling ujung juga telah tumbang. “Dulunya ini tidak ada bangunan juga, pohon – pohon ini tumbuh dengan sendirinya dan tidak ditanam. Tapi karena ada timbunan karang diujung akhirnya ikut merubah arah arus air sehingga menghantam pinggiran pantai,” kata Roni Meraujde salah satu pemilik lokasi Ciberi.
Ia mengakui bahwa kini lokasi pantai tersebut tak lagi ada aktifitas berarti. Hanya kadang warga masih datang dan berkunjung untuk sekedar foto ataupun memancing. Jika dilihat sebagian besar pohon kasuari berukuran besar ini telah tumbang bahkan ada yang jaraknya sekitar 15 meter dari bibir pantai sekarang juga sudah tenggelam. Kata Roni pihaknya sudah bersurat kepada pemerintah kota dan meminta agar dibantu soal batu pemecak ombak atau penahan abrasi namun hingga kini belum dijawab. “Ya kami menunggu saja, akan mengkhawatirkan memang karena pantai terus terkikis,” jelasnya.
Seorang pengunjung bernama Bertho juga menyayangkan kondisi terakhir. Ia melihat bahwa Pantai Ciberi ini menarik untuk digarap menjadi spot rekreasi namun kondisinya kini tidak memungkinkan. “Kalau bilang terjadi abrasi saya pikir itu nyata sekali. Lokasinya bagus tapi sudah banyak yang rusak,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *