Dorong Kawasan Danau Sentani jadi Kawasan Konservasi dan Ekowisata

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw bersama pihak Kementerian ATR BPN RI saat memotong pita peresmian peta pengendalian informasi pemanfaatan ruang kawasan konservasi dan ekowisata di Kabupaten Jayapura, Kamis (28/10). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Untuk menyelamatkan dan melindungi Danau Sentani, Kementerian ATR/BPN, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mendorong Kawasan
Danau Sentani dan sekitarnya menjadi Kawasan Konservasi dan Ekowisata.
Kawasan Danau Sentani dan sekitarnya telah diatur dalam beberapa peraturan perundangan. Pertama, dalam UU Nomor 11 tahun 2021 tentang Cipta Kerja.
Dijelaskan, Pengendalian Pemanfaatan Ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang. Kedua, dalam PP 21 tahun 2021 menjelaskan bahwa Pengendalian Pemanfaatan Ruang dilakukan untuk menjamin terwujudnya Rencana Tata Ruang.
Ketiga, PP Nomor 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional menetapkan kawasan Konservasi Sumber Daya Air, Pendayagunaan SDA dan Pengendalian Daya Rusak Air di WS Strategis Nasional Mamberamo-Tami-Apauvar. Keempat, Perpres Nomor 57 Tahun 2014 tentang RTR Pulau Papua, diamanatkan terkait Pertahanan dan rehabilitasi kawasan resapan air dan kawasan perlindungan setempat untuk menjaga kualitas dan kuantitas sumber air di DAS Sentani, pelestarian dan pengembangan wisata dan ekowisata, serta peningkatan fungsi pengelolaan dan revitalisasi ilmu pengetahuan sekitar Danau Sentani.
Terakhir, dalam Perpres Nomor 60 Tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional.
“Danau Sentani menjadi danau prioritas nasional dilatarbelakangi oleh beberapa isu strategis, diantaranya terjadinya degradasi atau penurunan kualitas dengan adanya pendangkalan dan pencemaran pada badan air danau, terancamnya alih fungsi lahan hutan sagu, bertambahnya bangunan untuk permukiman dan kegiatan usaha di sempadan sungai dan danau, bertambahnya lahan kritis dan lahan terbangun yang meningkatkan run off dan terjadinya sedimentasi, serta semakin bertambahnya luasan kawasan yang berpotensi banjir,”ungkap Kepala Sub Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah IV
Ir. Harris Simanjuntak, M.Dev.Plg. Selain itu, kata dia, Danau Sentani memiliki nilai strategis ekonomi dan sosial budaya yaitu keberadaan hutan sagu sebagai kawasan penting yang perlu dilindungi serta potensi dan kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Sentani.
Untuk mengatasi isu-isu strategis di atas, pihaknya mengusulkan enam upaya penyelesaian. Pertama memperjelas penguasaan dan pengelolaan Danau Sentani, menyusun database Danau Sentani sebagai bagian danau prioritas nasional, menyusun perangkat pengendalian pemanfaatan ruang dengan pendekatan strategic planning. menetapkan delineasi badan air dan sempadan danau. Mensertifikatkan kepemilikan Danau Sentani penetapan subyek dan obyek danau. Kemudian melaksanakan rencana aksi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Pemkab Jayapura telah menyelesaikan dua upaya dari enam upaya penyelesaian tersebut, yaitu menyusun perangkat pengendalian pemanfaatan ruang dan melaksanakan rencana aksi. Perangkat Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kawasan Danau Sentani dan sekitarnya. Ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan DAS Sentani dan Sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi Danau dan Kawasan Ekowisata dengan memperhatikan Kearifan Lokal secara Berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan penentuan tujuan ini diharapkan menjadi fokus dalam mengendalikan Pemanfaatan Ruang di Kawasan Danau Sentani dan sekitarnya.(roy/tho)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *