Deputi II BNPP Prihatin Dengan Kondisi Pasar Skow

 

Deputi II Badan Nasional Pengawas Perbatasan (BNPP) Komjen Waterpauw ketika meninjau Pos Batas Perbasan Negara (PLBN) Skow, Kota Jayapura, Kamis (28/10). (Humas For Cepos)

 

JAYAPURA,- Komjen Pol. Paulus Waterpauw melakukan tugas pertamanya sebagai Deputi II Badan Nasional Pengawas Perbatasan (BNPP) dengan meninjau Pos Perbatasn Negara (PLBN) Skow, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

 

Dalam kunjungan tersebut, Komjen Waterpauw sempat melakukan rapat korrdinasi dengan para pegawai dan pimpinan di PLBN Skow, serta dari Kementrian Koperasi yang saat itu berada di PLBN Skow.

Usai melakukan rapat, Komjen Waterpauw meninjau lokasi pasar di tapal batas RI-PNG tersebut yang dibangun oleh Kementrian PUPR beberapa waktu lalu.

 

Komjen Waterpauw Nampak prihatin dengan kondisi pasar yang kini kurang terawat dengan baik, pasar Nampak kurang bersih dan sampah yang berserakan di sekitar lokasi pasar, sehingga membuat pasar tak enak di pandang mata.

 

Ditemui disela-sela kunjunganya Komjen Waterpauw menuturkan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2021 tentang percepatan pembangunan ekonomi pada kawasan perbatasan Negara di Arok, Motaain dan Skow, maka ekonomi dikawasan perbatasan harus diperhatikan secara baik.

 

“Kami datang mengunjungi ini, tadi kami rapat cepat, kami sekaligus datang melihat keberadaan pasar ini, s ada Nomor 1 tahun 2021 yang menyuarakan revitalisasi tentang pasar ini, pasar bagus, kwalitas luar biasa, ini harusnya kita pelihara dengan baik, cuman saya belum tau seperti apa mekanisme pemeliharannya,” ujar Waterpauw melalui risil yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (28/10).

 

Sebagai Deputi II yang membidangi potensi ekonomi kawasan perbatasan Komjen Waterpauw akan melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri tentang pemanfaatan pasar yang berada di kawasan perbatasan tersebut.

 

“Ngeri skali lihat sampah kayak begini ya, ini tidak wajar menurut saya, cuman mungkin mengenai pembagian tugas di sini, dulunya ini dikelola oleh BNPP, atas permintaan pemerintah provinsi diserahkan kepada provinsi, cuman karena Covid dan refocusing anggaran jadi tidak tertangani dengan baik,” ungkap Waterpauw

 

Untuk menyelesaikan persoalan yang ditemui dalam kunjungannya ke PLBN Skow, Mantan Kapolda Papua ini akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna mencari soluasi atas permasalahan yang ditemui.(Humas/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *