Awal November, Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Dimulai

Nicolas Itlay. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya  Nicolas Itlay mengungkapkan bahwa setelah singkronisasi data warga di 5 Distrik yang menjadi lokus penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jayawijaya, maka upaya penanggulanan kemiskinan akan mulai berjalan pada awal November. Dimana sumber dananya dibebankan kepada APBD Jayawijaya melalui dana Otsus Papua. Lima distrik yang menjadi locus penanganan, yakni Wesaput, Wouma, Bolakme, Asologaima dan Usilimo.

  “Kami dari Dinas Sosial ada sumber dana dari Otsus Papua untuk melakukan pelayanan yang bisa dialihkan ke Penanganan terhadap Kemiskinan Ekstrim di 5 Distrik yang menjadi Lokus permasalahan itu.” ungkapnya Kamis (28/10) kemarin.

   Ia menyatakan awal November ini kegiatan -kegiatan itu akan dilaksanakan atau mulai berjalan, pembiayaan dari penanganan ini memang dari otsus Papua dan sudah berlangsung lama, namun program ini baru turun ke daerah, sehingga Bupati mengambil kebijakan karena kebetulan ada dana Otsus yang ada di Dinas Sosial.

  “Jadi dana otsus yang ada pada dinas kami ini,  itu programnya juga ke masyarakat miskin sehingga adanya dana ini  sehingga kita bisa fokus atau masukan dalam penanganan kemiskinan ekstrem ,”kata Nicolas Itlay.

  Untuk bantuan dari Kementerian Sosial sendiri,  dipastikan belum ada,  sehingga dalam penanganan Kemiskinan Ekstrem ini beban pembiayaannya mungkin dari Pemda Jayawijaya sendiri. Artinya memang di tahun ini pemerintah daerah tidak memprogramkan, tetapi sumber dana ini untuk pelayanan ke masyarakat miskin sehingga dana ini bisa digunakan melakukan penanggulangan.

  “Dana otsus ini memang diperuntukan untuk masyarakat miskin sehingga kita bisa mengalokasikan masuk ke program ini, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Kepala Bappeda,” beber Kadinsos Jayawijaya.

   Sebelumnya Wakil Bupati jayawijaya Marthin Yogobi, SH, MHum  menyatakan dari 5 Distrik itu Jayawijaya berada para 30,84 persen dari jumlah penduduk Jayawijaya, maka kisarannya itu 67,720 jiwa masuk dalam Kategori kemiskinan ektrem, sehingga dari 5 distrik yang menjadi lokus masalah itu setiap distrik diambil 5 kampung sehingga jumlahnya ada 25 kampung.

  “Dalam waktu dekat ini, kami sudah mulai mengambil langkah untuk melakukan penanggulangan. Artinya tidak melalui program lagi, tetapi langsung pada bantuan sosial yang akan dilakukan,”jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *