Menang Atas Momota, Axelsen: Pertarungan Mental yang Sangat Gila!

Kento Momota dan Viktor Axelsen (Dok. BWF)

JAWAPOS– Viktor Axelsen tidak bisa menutupi kegembiraannya usai menjuarai Denmark Terbuka 2021. Yang perlu digarisbawahi, kemenangan itu ia raih setelah menjalani laga panjang dan ketat melawan musuh besarnya di lapangan, Kento Momota.

Kemenangan kemarin jelas penting bagi sang jawara Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, hasil kemarin merupakan kemenangan pertama Axelsen atas Momota dalam 7 tahun terakhir, alias kemenangan kedua Axelsen atas Momota dari total 16 kali pertemuan mereka dari 2014.

Sebelum menjuarai Olimpiade Tokyo 2020 lalu, Axelsen selalu jadi ‘makanan empuk’ Momota. Tidak jarang Axelsen harus mengaku kalah dengan skor yang terpaut jauh dari pebulu tangkis nomor 1 dunia itu.

Namun di laga final pada Minggu (24/10) malam kemarin, Axelsen berhasil membuktikan bahwa tidak selamanya Momota bisa terus mengangkanginya. Meski masih mengalami kesulitan, Axelsen akhirnya berhak mengangkat trofi di kandangnya sendiri usai menang 20-22, 21-18, dan 21-12.

Dilansir dari laman BWF, Axelsen mengaku senang akhirnya bisa kembali bertarung dengan Momota setelah terakhir kali bersua di partai puncak Malaysia Masters 2020. Meski menjadi juara, Axelsen tiada henti memuji rival terberatnya itu.

“Senang sekali bisa kembali bertanding dengan Momota. Sudah cukup lama kami tidak bertemu di lapangan, dan tentunya aku puas bisa menang darinya,” kata Axelsen.

Saat tertinggal 14-17 dari Momota di gim kedua, Axelsen mengaku bahwa kekalahan sudah sempat terlintas di otaknya.

“Jujur, aku sempat berpikir ‘Ya ampun, masa’ kalah lagi‘. Pertahanan Momota begitu solid dan dia dengan mudah bisa membaca semua seranganku. Aku begitu kesulitan menemukan celah untuk menembus defense-nya. Tapi untungnya aku berhasil menenangkan diri dan bermain dalam tempo cepat. Strategi ini ternyata berhasil,” ujar Axelsen.

Menurut Axelsen, ketimbang masalah ketangkasan dan adu skill, laga melawan Momota kemarin lebih menguji psikis dan kesabarannya. Pasalnya, Momota kerap mengajak Axelsen untuk bermain lambat yang tentunya sangat menguras energi dan pikiran.

“Kemarin adalah pertarungan mental yang sangat gila. Ini adalah hal yang pasti terjadi ketika Anda bertemu dengan pemain sekaliber Momota,” ujar Axelsen lagi.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *