Meraih 2 Medali,  Atlet Silat PON XX Disambut Pengurus 

Wakil Ketua KONI Bidang Prestasi Lucky Liptiay  mewakili pengurus KONI Kabupaten Merauke saat melakukan pengalungan bunga kepada atlet Tiel Taraepos  yang berhasil meraih medali perak pada PON XX Papua ketika tiba di Bandara Mopah Merauke, Sabtu (23/10) (Sulo/Cepos )

MERAUKE-Empat atlet silat asal Kabupaten Merauke yang membela tuan rumah Papua pada PON XX Papua tahun 2021 di Jayapura, akhirnya boleh kembali ke Merauke, Sabtu  (23/10). Dari 4  atlet yang dikirim tersebut, 2 diantaranya memperoleh medali yakni Tiel Taraepos  yang bertanding di kelas D Putra berhasil meraih medali perak,  Adji yang bermain di ganda putra berhasil meraih perunggu.

   Kemudian Sri  Rejeki dan  Lukas Kimnok  tanpa medali. Saat tiba di Bandara Mopah Merauke,  keempat atlet silat dari IPSI Kabupaten Merauke itu disambut pengurus IPSI dan KONI Kabupaten Merauke.   

   Wakil Ketua KONI Bidang Prestasi Lucky Liptiay  mewakili pengurus KONI Kabupaten Merauke saat penjemputan tersebut mengungkapkan bahwa penjemputan ini merupakan seremoni  biasa bagi atlet berprestasi dimana KONI selalu meluangkan  waktu untuk bisa menjemput mereka.

   “Kemudian kalau ada dari pengurus yang melakukan pengalungan bunga  itu bagian dari tradisi yang ada,” jelasnya.

   Namun demikian,  lanjut dia, perolehan medali perak tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Merauke. Karena menurutnya, sekian lama baru pencak silat  Merauke menghasilkan medali. “Saya dengar anak-anak ini sudah  mempersiapkan sejak dari 2017 dan merupakan perjuangan yang cukup panjang,” katanya.

   Apalagi, lanjut  Lucky Liptiay, pengurus IPSI Merauke cukup solid dan latihan serta kompetisi berjalan dengan baik. “Kemudian di KONI, mereka punya pertanggungjawaban juga bagus. Jadi inilah hasil yang mereka dapat. Kalau mereka kompak di perguruan, juga kompak dalam penyambutan dan ini suatu hal yang luar biasa,” tandasnya.

  Ditambahkan bahwa dari KONI pembinaan tetap jalan, apalagi dengan pengurus  KONI yang baru kemudian  ada kegiatan  PON, setelah itu  cooling down lebih dulu selanjutnya persiapan untuk menuju PON XXI Aceh-Sumut.

    Sementara itu, atlet silat Tiel Taraepos mengaku bangga   dengan perolehan medali yang diperolehnya tersebut. Meski target belum tercapai yakni emas, namun  menurutnya untuk meraih medali  perak tersebut merupakan perjuangan yang sangat melelahkan. Karena lawannya di final bukan sembarangan.

  Yakni atlet  asal Jabar yang bermain di Asean  Games.  Iapun berharap, apa yang telah  diraihnya  tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda kedepan dengan latihan yang lebih serius dan  sungguh-sungguh. Ketua IPSI Kabupaten  Merauke Suhartadi mengaku  bahwa latihan terhadap atlet  yang mewakili Papua tersebut  bukan waktu yang singkat namun lebih dari 1 tahun.

  Suhartadi mengaku perolehan medali perak ini merupakan sebuah prestasi yang luar  biasa bagi atlet asal Kabupaten Merauke. “Karena lawannya di final itu adalah atlet  dunia yang sudah pengalaman di Asean Games,” pungkasnya. (ulo/tri)     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *